by

Ribut Lagi tentang Jilbab

Oleh: Linda Razad

Saya dari dulu nggak peduli dengan orang pakai atau buka jilbab. Ketika ada yang mulai pakai jilbab, nggak pernah bilang, “ehh…kamu cantik deh pakai jilbab.” Atau yang tadinya pakai jilbab terus lepas, nggak berkomentar, “kamu kenapa nggak pakai jilbab lagi, khan begini, begitu, begono…” dll. Biasa aja liatnya.

Walau dalam pikiran suka kepikir. Si A ini cantik nggak pakai jilbab, rambutnya yang hitam lebat ditambah kulitnya yang putih mulus, membuat dia semakin cantik. Si B kalau pakai jilbab menarik, jilbab bisa menyamarkan mukanya yang lebar jadi keliatan tirus. Si C bagusnya berjilbab buat nutupin lehernya yang sudah mulai keriput.

Mungkin saya terlalu toleran, menghormati pilihan orang lain, atau bodo amat yak? Entalah….

Pakaian hanyalah lapisan luar yang bisa dengan sangat mudah berganti. Berganti karena pemahaman agama yang berubah, atau karena mengikuti trend. Orang luar nggak ada yang tau, hanya yang bersangkutan yang tau. Jadi buat apa menilai orang lain dari pakaiannya?

Nggak perlulah terlalu senang atau marah ada teman pakai/buka jilbab. Sikapi aja dengan santai. Negara ini nggak akan rubuh karena semua wanita pakai jilbab, atau akan lebih maju karena semua kembali ke budaya lokal. Saya yakin wanita Indonesia cerdas dalam menentukan pilihan pakaiannya.

Mari buka mata dengan hati yang jernih dan pikiran terbuka ketika lihat perempuan Indonesia dengan segala gaya berpakaiannya. Inilah Indonesiaku. Beragam gaya, bermacam pilihan.

(Sumber: Facebook Linda Razad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed