by

Berjilbab Itu Hak Atau Kewajiban?

Oleh : Alexander Siagian

“Berhijab itu hak, bukan kewajiban”, kata sebagian orang.

“Berhijab itu kewajiban agama”, kata sebagian lainnya.

Kedua pernyataan tersebut benar sesuai konteksnya. Dalam konstitusi negara Indonesia, beragama, berkeyakinan, beribadat, menajalankan perintah agama, dan sebagainya merupakan HAK warganegara. Dikatakan “hak” berarti ia boleh digunakan boleh juga tidak. Contoh dalam kasus lain, saya punya rumah dan saya berhak tinggal di rumah saya itu. Artinya saya boleh tinggal di situ tetapi boleh juga tidak. Lain halnya dengan kewajiban, yang merupakan sesuatu yang harus dilakukan dan jika tidak dilakukan ada konsekuensi hukumnya. Misalnya untuk dapat mengemudi kendaraan bermotor seseorang harus punya surat izin mengemudi (SIM). Bila ia menjalankan kendaraan bermotor di jalanan umum tanpa SIM, ia dapat ditilang dan diberi sanksi hukum.

Dalam konteks keimanan, setiap orang yang beriman meyakini ada hal-hal yang harus dilakukannya sesuai dengan imannya. Beberapa orang meyakini bahwa Tuhannya memerintahkan mereka berhenti bekerja pada hari Sabat (Sabtu), maka bagi mereka itu kewajiban. Demikian pula beberapa perempuan dengan keyakinan imannya mengenakan hijab karena bagi mereka berhijab adalah perintah Tuhan yang harus dijalankan.

Bagaimana jika negara menyuruh orang menjalankan perintah agamanya dan mengancam mereka yang lalai menjalankan perintah agama itu dengan sanksi? Itu sudah pemaksaan namanya. Negara adalah institusi publik, bukan institusi agama. Publik terdiri atas pelbagai orang yang menganut agama dan memiliki keyakinan yang beragam. Negara harus menjamin setiap orang bebas menjalankan apapun sesuai keyakinannya, bukan memaksa mereka menjalankan sesuatu yang belum tentu sesuai hati nurani mereka.

Indonesia bukan negara berbasis agama manapun, berbeda dengan Iran. Pewajiban berhijab seperti di Iran tidak patut diterapkan di negara yang menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan. Yang dilakukan para perempuan di Iran tersebut bukan anti terhadap hijabnya tetapi anti terhadap pemaksaannya. Pada dasarnya, tidak ada orang yang suka dipaksa bukan? Orang yang berhijab tentu tidak suka jika dipaksa membuka hijabnya di muka umum, begitu pula yang tidak mau berhijab tidak suka juga jika dipaksa mengenakannya.

Sumber : Status Facebook Alexander Siagian

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed