by

Profesional

Oleh : Ahmad Sarwat

Mau tahu contoh seniman senior yang profesional bikin lagu? Contohnya adalah almarhum Haji Benyamin Sueb. Cerita teman-temannya, termasuk Hajah Ida Royani, Bang Ben itu ngarang sendiri semua lagunya. Uniknya kalau masuk dapur rekaman, ngarang lagunya (liriknya) justru pas lagi rekaman.

Lucunya, kalau rekamannya harus take ulang alias direkam lagi, liriknya berubah lagi. Nggak sama dengan take yang pertama. Kalau ada sepuluh kali take, maka liriknya jadi ada sepuluh versi. Kuat sekali dalam berimprovisasi, baik dalam lawakan ataupun dalam lirik lagu. Padahal buat penulis lagu lainnya, urusan menukis lirik itu bisa berhenti nggak keluar idenya sampai bertahun-tahun. Mampet idenya. Tapi buat Bang Ben, ide untuk bikin lirik lagu itu bertaburan, berhamburan, dan berantakan.

Saya coba menebak, salah satu rahasianya karena temanya tidak harus selalu urusan cinta. Temanya bisa apa saja. Apapun yang beliau lihat dan alami, semua bisa jadi lirik lagu. Ada urusan kompor meleduk, ada mancing dapatnya sepatu butut, ada kisah nonton bioskop pulangnya nginjek ‘gituan’. Hehe Semua disampaikan dengan ringan, kocak, jenaka dan menghibur. Lagian sebagai musisi serba bisa, mazhab Bang Ben tidak terikat aliran tertentu. Bang Ben bisa nyanyi dengan aliran gambang kromo, jazz, blues, rock, disko, country, bahkan keroncong pun oke.

Bahasanya bisa bahasa Indonesia, Betawi, Jawa, Sunda atau apapun. Dan kocak jadinya.

NOTE: Buat saya kecerdasan yang beliau miliki itu jarang-jarang kita miliki. Beliau pandai menangkap fenomena nyata di tengah kita lalu dituliskan dalam lirik lagu. Seorang ustadz seharusnya pandai menangkap fenomena real di depan mata, lalu dituliskan, tentu tidak harus jadi lagu. Jadi tulisan di FB saja pun cukup.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed