Oleh : Harun Iskandar
Cerita ringan untuk ππͺπππ¦π―πͺπ’π dan ππΈπͺπ―π¨ ππ°π΅π¦π³π΄
πππ
Mbak Najwa Shihab dalam satu acaranya, berikan pertanyaan sederhana pada ke-tiga Cawapres. Cak Imin, Gibran, dan pak Mahfud.
Pilih mana, ‘Dicintai atau mencintai ?!’
Meski pertanyaannya berjenis ‘melow’, namun Mbak Nana, Najwa Shihab, nanyanya tegas, ngΓͺ-gas. Seperti biasa. Agar yang ditanya ndak sempat mikir. Jawabannya spontan. Cuma apa yang biasa ada di hati, terlintas sekejap di pikiran. Ndak sempat menyaring . . .
πππ
Ketika ditanya ke Cak Imin, Muhaimin Iskandar, saya sudah bisa nebak jawabannya. Sudah hapal ‘model’ Cak Imin.
‘Kalau saya pilih dicintai !’ Jawab Cak Imin tegas sambil ketawa. SΓͺngak. Seperti biasa. ‘MbΓͺncΓ¨kno’, kata Arek Pasar Atom Suroboyo.
πππ
Ke Gibran juga begitu. Sudah bisa saya tebak. Entah tulus, rekayasa, atau spontan, ndak jelas. Yang jelas jawabannya, persis seperti yang saya duga.
‘Mencintai . . .’ Kata Gibran datar tanpa ekspresi. Seperti biasa juga.
πππ
Yang ndak nyangka justru jawaban pak Mahfud. Orang Madura biasanya terbuka ceplas-ceplos, ndak ada romantisΒ²nya, dan Pak Mahfud MD sendiri, Profesor di bidang Hukum bukan Sosiologi atau Psikologi.
Jawabannya justru bikin saya ketawa ngakak. Dilanjut tepuk tangan.
Profesor Mahfud MD menjawab pertanyaan Mbak Nana sambil menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi yang didudukinya. Mungkin beliau ambil dan tahan nafas, berusaha menahan ketawanya sendiri.
‘Saya ndak bisa milih satu,’ Jawabnya santai, seakan ndak peduli, jawaban harusnya cuma ada 2. Dicintai atau mencintai.
‘Saya ndak bisa milih satu karena, orang dicintai tapi tidak mencintai membuat orang lain menderita,’ Sambungnya dengan logat Medura-nya yang mΓͺdhok.
‘Tapi orang mencintai, tidak dicintai, membuat diri sendiri akan menderita,’
Penonton pun ketawa riuh, tepuk tangannya juga . . .
πππ
Pak Mahfud jelas bukan Millenial, tapi punya jawaban tentang cinta justru alaΒ² Drakor. Drama Korea, yang bintangnya kecintaan para Millenial. Dan IbuΒ² . . .
Meduro dilawan . . .
Pokok e kalah Shah Rukh Khan . . .
Ditanggung, katut duik arisan . . .
Sumber : Status Facebook Harun Iskandar











Comment