by

Makan Gratis Bukan Solusi dari Permasalahan Di Indonesia

Oleh : Raykarian Haris

Selentingan kabar mulai mengudara dan sampai ke telinga publik. Saya mendengar bahwa Prabowo Subianto menggalakkan program makan gratisnya dengan mengganti program-program milik Jokowi. Seperti dana bansos dan pendidikan gratis yang nanti dipangkas atau malah digantikan keseluruhannya untuk dana makan gratis.

Saya tidak tahu bagaimana jalan pikiran mereka hingga bisa menipu rakyat dengan iming-iming kenikmatan yang fungsinya sementara ini. Ya, makan gratis tidak mengatasi stunting maupun kemiskinan seperti yang mereka sebut.

Pakar yang menangani stunting sudah mengatakan hal tersebut, Prabowo tidak boleh ngeyel. Karena akibat ngeyelnya dia bekerja tanpa ahli dan pakar, membuat hutan di Kalteng yang ditanami singkong gersang dan proyek food estate gagal total sampai sekarang mangkrak.

Yang membuat kita terbengong lagi saat timnya memaparkan penggalakan program makan gratis. Mereka mencontohkan India yang sudah berhasil selama 35 tahun untuk memberikan susu gratis, tapi mereka lupa mengeksplore hal yang menunjang program itu berjalan di India.

Negara Shah Rukhan itu produsen gandum dan beras terbesar kedua di dunia, untuk memberi susu gratis tidak akan sulit karena sumber pangan mereka bisa sampai kemana-mana. Sebagai gantinya, rakyat diberi susu gratis, karena beras dan gandum sudah mereka miliki masing-masing. Jangankan susu, jika mereka mau makanan gratis juga bisa dianggarkan.

Hal itu yang belum bisa kita lakukan. Ya gimana mau mandiri pangan kalau proyek besar ketahanan pangan saja direnggut Prabowo dan kubunya untuk ladang bisnis. Cita-cita bisa menghasilkan mocaf sekaligus pendamping beras pun tinggal kenangan.

Dan lebih mirisnya lagi, hal itu tidak diusut atau disikapi Presiden Jokowi. Hanya didiamkan saja, tanpa ada tindak lanjutnya.

Saya tidak percaya program itu akan terlaksana, karena rekam jejak Prabowo tidak berhasil dalam mewujudkan ketahanan pangan yang bisa menjadi sumber pangan rakyat. Jangan-jangan nanti duitnya dibagi-bagi lagi sama rekan bisnisnya?? Hohoho, kita tidak boleh tertipu untuk kedua kalinya.

Prabowo tidak concern dengan pendidikan, karena dia tidak punya inovasi di sana. Mungkin juga karena tidak ada pengalaman, relasi, maupun nilai bisnisnya. Betul, tidak? Sudah menjadi rahasia umum bukan, jika salah satu cita-cita Prabowo berkuasa untuk menghidupkan perusahaan-perusahaannya?

Kenapa tidak pendidikan yang dia majukan? Karena khawatir anak Indonesia lebih pintar dan tidak bisa diatur dan dimanipulasi? Khawatir tidak bisa bekerjasama dengan pihak asing, karena anak-anak Indonesia lebih hebat dari perusahaannya nanti?

Padahal pendidikan adalah kunci negara ini bisa unggul, bersaing dengan negara lain di kancah internasional. Karena pendidikan semua bisa dilakukan. Tidak perlu makanan gratis karena ilmumu juga bisa dipakai untuk mencari sesuap nasi.

Dari sana kehidupan mandiri dan tidak bergantungan dengan program makan gratis akan terealisasi dengan baik. Dengan pendidikan ekonomi akan tumbuh baik, karena anak-anak lebih ekspresif dalam melakukan apa yang mereka suka.

Termasuk membuat lapangan kerja sendiri dan bekerja sama dengan pihak luar, tentunya kita sebagai pilot projectnya. Ya sudah saatnya kita keluar dari zona nyaman. Bukan sekedar makan gratis dari calon pemimpinnya, tapi harus yang lebih besar dari itu.

Mulai dari hal terkecil sekolah gratis agar semua anak bisa mengaksesnya. Program Jokowi tentang pendidikan gratis sudah bagus, tinggal dijalankan lebih menyeluruh saja agar merata penerima haknya. Jangan malah ditiadakan atau diganti dengan makan gratis.

Keinginan besar rakyat di pelosok adalah masa depan anak-anak mereka yang menjanjikan, bisa membawa harapan bagi keluarga maupun daerah mereka agar tidak tertinggal dari perkotaan dan dunia luar.

Kalau hanya makan ataupun mencari sesuap nasi, mereka bisa mengusahakan dengan bekerja. Tapi untuk pendidikan, mereka masih keberatan jika mandiri. Maka perlu adanya uluran tangan dari pemimpinnya, untuk mewujudkan cita-cita besar yang termaktub dalam konstitusi negara kita, “Mencerdaskan kehidupan bangsa”

Cara pandang pemimpin seharusnya lebih visioner, berjangka panjang tidak hanya untuk sementara saja. Jika hanya menyelundupkan program tanpa ada usaha lain untuk mengembangkan SDA dan SDMnya, maka sama saja tidak ada effort menuju Indonesia emas.

Jadi terbuka lebar bukan mata kita jika berpikir secara jernih, bahwa makan gratis itu bukan solusi dari masalah yang sudah mengakar di tanah air kita. Karena pendidikan adalah jalan utama kita bisa menjangkau semua. Dan pastinya bisa membawa kita keluar dari kungkungan problem yang menjerat selama ini.

Masih mau dikasih makan gratis? Daripada membebani uang negara, saya sih pilih kerja saja biar bisa bebas makan apa-apa tanpa takut nambah utang negara. Hehehe.

Sumber : Status Facebook Raykarian Haris

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed