by

Perihal Baju Perempuan

Oleh : Maria Fauzi

Saya ingin bercerita sedikit. Beberapa waktu lalu saya pernah diundang KUPI buat workshop. Kebetulan saya pakai celana panjang. Eh, trs ada yg komentar begini donk “katanya ulama perempuan, kok pake celana”? Dan yang ngomong begitu laki-laki. Ga di hadapan saya seh, tapi ngomong sama temen saya. Lagian siapa juga yg mau dipanggil ulama? Siapa juga yg mendefinisikan hal tersebut?

Respon saya waktu itu adalah, Do I care? Nope. Not at all. Perihal baju, saya sudah selesai. Dulu waktu kuliah di Azhar, saya sering banget dapet ceramah dari kakak kelas. Karena pke celana. Oh tentu saja, dari sesama orang Indonesia. Bukan dri kampus Azhar. Lagian ngapain Azhar ngurusin baju. Kurang kerjaan. Nehi.

Al Azhar ga ngurusin mahasiswinya mau pake celana kek, gamis kek, cadar kek. Ga ada. Yang pasti kalau ke kampus pakai pakaian SOPAN. Titik. Di sini aja ribet, kampus ngaturĀ² baju. Mbok uwes fokus di pengembangan intelektualitas, malah ngurusin baju segala.

Hal ini salah satunya karena baju perempuan kerapkali dianggap beriringan dengan moralitas. Semakin tertutup asumsinya semakin salehah dan sopan. Sebaliknya, ketika memakai celana dianggapnya tidak sopan. Mencederai tradisi dll. Apalagi yg ga berjilbab dan pakai baju terbuka. Duh kalau diperjelas bisa panjang ini šŸ¤­šŸ˜† saya yg pke jilbab dan pke celana aja banyak dikomentarin, hadeh…

Baju perempuan juga selalu disalahĀ²kan jika kemudian terjadi pelecehan seksual. Seakan alasan utamanya adalah persoalan baju. Nyatanya, sama sekali tidak benar. Ratusan perempuan yg memakai pakaian tertutup, juga banyak yg masih mendapatkan pelecehan. Kurang salehah apanya, misal santri yg mendapatkan pelecehan dri ustadz atau gurunya. Yg disalahkan bajunya? Jilbabnya? Celananya? Trs laki-lakinya dikemanain donk? Yup ada relasi kuasa, kalau dlm studi gender ada alasan intersectional yg kompleks di situ.

Nah, agar tidak salah kaprah dalam memandang baju perempuan, sampeĀ² Al-Azhar mengeluarkan fatwa bahwa baju perempuan tidak ada kaitannya dengan terjadinya pelecehan seksual (taharush al-jinsy). Haram hukumnya melakukan pelecehan/kekerasan seksual karena alasan baju perempuan, ketat ,pendek, seksi, dll.

Fatwa al-Azhar ini salah satunya berangkat dri gerakan #metoo di Mesir beberapa tahun lalu yg kemudian menjadi gerakan global. Yaitu perlawanan dri perempuan Mesir terhadap rezim dan juga aksi2 kekerasan yg dilakukan aparat dan protestan lakiĀ² hingga mengakibatkan ratusan korban pelecehan seksual, bahkan ada jurnalis asing yg juga menjadi korban pelecehan saat meliput revolusi di Tahrir Square. Selain itu pelecehan dan kekerasan seksual yg menimpa perempuan Mesir terus meningkat tiap tahunnya.

Tentu hal ini salah satunya berangkat dari cara pandang laki-laki yg menganggap perempuan sebagai objek seksualitas serta penjaga moral masyarakat. Perempuan harus memakai pakaian ‘sopan’ agar moral masyarakat terjaga. Perempuan harus memakai baju ‘sopan’ agar tidak dilecehkan. Begitu terus…perempuan harus ini dan harus itu, bla bla bla

Perempuan adalah pribadi yang bisa memikirkan apa yang terbaik buat mereka sendiri. Apalagi cuma gegara pilihan baju. Duh, hare gene.

Wes to, baju perempuan aja kok sampean urusin dan atur. Perempuan punya kesadaran sendiri untuk menentukan apa yg mereka pakai. Tidak ada relevansinya dengan penyakit moral lah, apalah dll. Selama mereka bertanggungjawab penuh atas etikanya, perannya, kontribusinya dan pemikirannya. Sedangkan baju adalah murni pilihan dan persoalan kenyamanan. Silahkan pakai apapun yg menurut mereka nyaman dan sesuai dgn apa yg mereka yakini.

Don’t waste your time ngaturĀ² perempuan how to dress, how to behave dll. They know exactly what they gonna do and wear. You, the one who should know your limit. Do not cross the line ! and mind your own business !

Ini tidak hanya berlaku bagi lakiĀ², tapi juga sesama perempuan. Support other women atas keputusan mereka. Dukung selalu, jangan malah menjadi penghambat kemajuan perempuan lain, apalagi hanya garaĀ² pilihan baju. Fokus pada kebaikan diri, potensi, kontribusi bagi dan untuk sesama perempuan.

Urusan baju? None of your business…

Receh bingit ngurusin baju šŸ¤­šŸ™„

Sumber : Status Facebook Maria Fauzi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed