Oleh : Ahmad Tsauri
Dua kasus di TNI satset selesai dalam tempo singkat. Dan itu menambah kepercayaan rakyat pada TNI. Bisa begitu karena panglima sangat tegas.
Kasus di insitusi satu lagi, muter seperti gangsing, beda saat mereka menindak rakyat, padahal kalaupun dibuka transparan, dan pelakunya ternyata bintang dua, gak akan mengurangi wibawa institusi, sebaliknya akan menambah kepercayaan rakyat.
Faktanya banyak lembaga penting dikuasai oleh POICI.
Ka BIN : POICI
Mendagri: POICI
Ka Bulog : POICI
Dirjen Imigrasi: POICI
Ka BNPT : POICI
Dir Pindad : POICI
Ka Pramuka : POICI
Ketum PSSI: POICI
Bayar pajak motor kita juga bayar ke POICI.
Dan banyak lagi institusi diisi oleh poici, termasuk nanti banyak yang dijadikan PJ bupati dan gubernur. Kenapa menguasai banyak lembaga, karena mereka ini secara naluri sipil tapi bedanya punya senjata seperti tentara. Institusi ini tidak begitu disukai rakyat dibandingkan TNI, buktinya belum ada presiden dari insitusi ini, dan semoga tidak akan pernah ada. Bisa lebih gawat.
Kalau selama ini kita menganggap ACT, FP* dan kelompoknya menjual emosi umat, insitusi ini juga faktanya sama, begitu mengenai anggotanya, mereka sebisa mungkin mengelabui rakyat. Kalaulah pengacara almarhum brigadir J tidak lantang, pasti kasus ini sudah menguap.
Kalau setelah drama ini tersangkanya B E, itu sudah mudah ditebak, paling banter bintang dua karirnya mandul, tidak sampai jadi T. Sudah bisa ditebak arah permainannya. Biasanya kan insitusi ini begitu. Masih ingatkan, pengungkapan kasus Novel Baswedan, rasanya janggal dengan pelaku dan alasannya melakukan kejahatan terhadap novel. Begitu juga dengan 5 tukang di kasus kebakaran Kejagung yang dijadikan tersangka.
Rumusnya satu yang penting ada “pelaku” kambing hitampun tidak masalah. Kalau cara bekerjanya begitu, akan banyak orang tak tahu apa-apa, banyak orang yang tidak bersalah jadi korban
Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri











Comment