by

Hadits-Hadits yang Membingungkan

Oleh : Ahmad Sarwat

Faktor perubahan zaman yang sedemikian jauh membentang antara masa kenabian dan masa kita hidup sekarang ini seringkali bikin kita bingung.

Contohnya hadits terkait masjid di masa kenabian, apabila kita kaitkan dengan realitas masjid hari ini nampak jauh berbeda. Dan bisa saja bikin kita agak bingung menjelaskannya.

Misalnya dalam banyak riwayat disebutkan Masjid Nabawi di masa lalu belum ada karpetnya, masih berupa tanah atau pasir sebagai alas.

Tentunya juga belum ada menara, apalagi kubah. Bagaimana dengan sound system? Tentunya juga tidak ada.

Yang pasti di masa kenabian masjid Nabawi tidak ada tempat penitipan sendal dan kotak amal.

Saya kurang yakin kira-kira apa komentar orang hari ini bila ada masjid yang didesain semirip mungkin dengan masjid di zaman kenabian itu secara apa adanya?

Dan kayaknya saya sendiri belum pernah menemukan masjid macam itu. Rata-rata masjid hari ini pasti ada karpet, menara, kubah, dan lainnya.

Kalau pun pernah lihat di pinggir jalan, ternyata itu masjid belum jadi. Memang belum ada karpet bahkan belum dikeramik, masih tanah, belum ada kubah atau menara, bahkan atapnya pun belum dipasang.

Wah jangan-jangan inilah masjid yang paling mirip dengan masa kenabian? Begitu saya bertanya dalam hati.

* * *

Lalu yang saya masih agak bingung juga ketika ada hadits nabi yang melarang kita mengumumkan barang hilang di masjid.

Saya masih kurang paham, kenapa ya kok Nabi SAW sampai melarang hal itu. Apa kira-kira ‘illat larangannya?

Padahal seharusnya kan tidak harus dilarang, namanya juga orang lagi kesusahan kehilangan barang. Harusnya kan malah dibantu mencarikan dengan cara diumumkan.

Yah siapa tahu ada yang menemukan. Kan bisa menolong yang lagi kesusahan.

Tapi balik lagi, saya benar-benar bingung, kenapa muncul larangan macam itu dari mulut Nabi SAW yang mulia?

Bahkan malah kita disuruh mendoakan agar barang hilangnya itu tidak ketemu.

مَن سَمِعَ رَجُلًا يَنْشُدُ ضالَّةً فِي المَسْجِدِ فَلْيَقُلْ لا رَدَّها اللهُ عَلَيْكَ فَإنَّ المَساجِدَ لَمْ تُبْنَ لِهَذا

Apabila kamu melihat orang yang mengumumkan kehilangan di dalamnya (masjid), maka ucapkanlah,”Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu”. Karena masjid tidak dibangun untuk hal itu. (HR.Muslim)

Dan haditsnya terdapat dalam kitab Shahih Muslim, tidak perlu diragukan lagi keshahihannya.

Kalau saya jadi bingung, ya wajar lah.

* * *

Selain larangan di atas, ada lagi hadits yang juga bikin saya bingung. Nabi SAW ternyata secara eksplisit meminta agar anak-anak dijauhkan dari masjid.

Oh ya? Masak sih? Mana haditsnya?

Ini lho baca :

عَنْ واثِلَةَ بْنِ الأسْقَعِ، أنَّ النَّبِيَّ ﷺ قالَ: «جَنِّبُوا مَساجِدَكُمْ صِبْيانَكُمْ، ومَجانِينَكُمْ، وشِراءَكُمْ، وبَيْعَكُمْ، وخُصُوماتِكُمْ، ورَفْعَ أصْواتِكُمْ، وإقامَةَ حُدُودِكُمْ.

َJauhkan masjid dari anak-anakmu, orang gila, jual-belimu, keributanmu, mengunggulkan suara, dan pelaksanaan eksekusi hukuman. (HR. Ibnu Majah)

Padahal para pendakwah hari ini biasanya kompak mengajak kita bawa anak ke masjid.

Banyak pula yang mencela atau setidaknya menyindir pengurus masjid yang melarang anak bermain di masjid. Pengurus masjid itu dianggap tidak ramah kepada anak.

Maunya mereka masjid dijadikan arena bermain anak. Padahal hadits nabi di atas berkata sebaliknya.

Wajar dong kalau saya bingung. Masak saya nggak boleh bingung.

Hehe . . .

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed