by

Pemimpin yang Mengerti dan Memahami itu Idaman

Oleh : Putra Sadega

Tahukah mengapa lilin itu sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, terutama rakyat yang belum atau mengenal dengan teknologi genset? Jawabannya adalah karena lilin menjadi penerang dalam kegelapan, serta cahayanya juga menghangatkan.

Sama halnya dengan seorang pemimpin, yang semestinya bisa menjadi pelita serta penghangat bagi setiap warga negaranya. Pemimpin adalah ia yang mampu membimbing, membina serta mengembangkan bakat-bakat dari orang yang di pimpinnya, agar tercipta sinergi dalam proses pencapaian cita-cita bersama.

Menilik dari warna lilin yang tidak pernah luntur meskipun terkena air maupun sinar matahari. Lilin tetap berwarna putih, tidak pernah berubah warna sesuka hatinya ketika dihadapkan dengan situasi dan kondisi tertentu. Entah hari ini, esok sampai lusa, lilin tetap berwarna putih, tidak pernah berubah.

Dan itulah sifat yang seharusnya seorang pemimpin miliki, tetap sama seperti saat pertama kali berjumpa dengan warganya. Pemimpin yang benar-benar bisa memimpin serta bertanggung jawab terhadap ratusan juta nyawa manusianya, tak akan pernah sudi untuk menjadi mimikri dan berubah warna demi menyesuaikan diri. Baik itu di lingkungan koalisi, partai, sampai kepentingan kolega dan kepentingan untuk dirinya sendiri.

Pemimpin harus mempunyai keteguhan pendirian yang strong, tak mudah tergoyahkan, sekalipun berada dalam lingkungan apapun dan dimanapun. Laksana lilin yang fokus serta konsisten terhadap warna pribadinya, tidak plinplan dan mudah dipengaruhi oleh sesuatu yang kiranya bisa menodai kepemimpinannya.

Dan dari sikap-sikap di atas, telah ada dan tersemat dalam diri seorang Ganjar Pranowo. Mengapa Ganjar? Kenapa tidak Anies atau Prabowo? Sebab di antara tiga bacapres, hanya Ganjar yang terbukti bisa mengerti serta memahami rakyatnya.

Tengok saja rekam jejaknya selama menjadi pemimpin, Ganjar selalu konsisten dengan turun langsung untuk menjumpai masyarakat guna belanja masalah. Masalah yang tengah terjadi di tengah-tengah geliat hidup warganya. Disana Ganjar membeli masalah itu untuk ditukar dengan solusi beserta cara penyelesaiannya.

Pun Ganjar juga konsisten menjadi pemimpin merakyat, hal itu bisa ditunjukkan lewat kerendahan hatinya untuk tidak membangun sekat dengan wong cilik. Selain sikap merakyatnya yang tinggi, jangkung asal Karanganyar ini juga pemimpin pro rakyat. Keberpihakannya selalu kepada rakyat, ia selalu berjuang demi terwujudnya kesejahteraan dan keadilan untuk rakyat.

Hal itu juga dapat di verifikasi melalui kebijakan-kebijakan publiknya yang selalu mengarah dan membela kepentingan rakyat kecil. Ganjar selalu senantiasa mendengar dan memahami aspirasi dari rakyatnya, tak pernah ia sekalipun mengabaikan suara tuannya.

Sangking sayang dan cintanya Ganjar kepada rakyatnya, ia selalu berusaha supaya di setiap harinya bisa berkumpul, duduk bersama sembari berbincang santai bersama warganya. Untuk merealisasikan harapan tersebut, Ganjar sering menginap di istana tuannya. Bukan suatu hal baru, karena sudah sejak awal menjabat Ganjar telah melakukan aktivitas tersebut.

Bagaikan sebuah rutinitas, yang jika tidak ditunaikan akan terasa hampa dan ada yang kurang. Apalagi jika hal itu berkaitan dengan rakyat, sudah pasti tak akan pernah terlupakan dalam benak Ganjar.

Ganjar tak mempermasalahkan apabila harus bermalam di rumah warga yang sederhana, bahkan sangat jauh dengan huniannya. Sebab sejatinya Ganjar juga pernah merasakan kehidupan itu, jauh sebelum ia terjun ke dalam dunia pemerintahan.

Akan tetapi itu tak menjadi problem bagi Ganjar, karena biar bagaimanapun rumah warganya menjadi tempat ternyaman baginya. Begitu pula dengan warga, yang merasa bungah hatinya ketika pemimpinnya sudi menginap di kediaman sederhananya.

Selama β€œπ‘›π‘’π‘›π‘’π‘‘ π‘‘π‘–π‘™π‘’π‘šβ€ di rumah warga, Ganjar tak sekedar ongkang-ongkang kaki sembari leha-leha. Justru sebaliknya, Ganjar getol mengecek kondisi tempat berteduh bagi warganya. Jika seandainya hunian warganya tidak layak, Ganjar langsung sat-set untuk memberikan program bantuan melalui RTLH.

Di sisi lain, semasa masih aktif menjadi Gubernur Jateng Ganjar juga aktif menggulirkan program Tuku Lemah Oleh Omah, dimana program tersebut mampu untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di wilayah garapannya. Dan program hunian tersebut akan di perluas sampai ke seluruh penjuru Indonesia, jika kelak Ganjar yang saat ini berpasangan dengan Mahfud menjadi pemimpin negara. Sebab itu juga sudah masuk ke dalam program Ganjar-Mahfud.

Dalam pengentaskan kemiskinan, Ganjar juga turut memasifkan program pendidikan gratis lewat SMK N Jateng, sekolah hasil gagasannya. Kehadiran pendidikan menjadi sangat vital, sebab dari pendidikan itu sendiri paling banyak menghadirkan kemaslahatan. Tak hanya mencerdaskan generasi bangsa, namun juga bisa mensejahterakan peserta didik dan keluarganya setelah siswa tersebut lulus sekolah. Karena sekolah yang di inisiasi Ganjar ini 70% alumninya sudah terserap ke dunia pekerjaan, baik dalam negeri maupun mancanegara.

Itulah gambaran pemimpin sejati yang pro rakyat. Bersinergi dan berjuang demi rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok.

Sudah selayaknya pemimpin seperti lilin, yang rela tubuhnya meleleh sampai melebur hinga tak terbentuk demi menerangi lingkungan sekitarnya, tanpa pernah menuntut balas jasa.

Sama seperti Ganjar, yang ikhlas dalam merangkul serta menjalankan titah tanpa mengharap imbalan dari rakyatnya. Baginya, menjadi pemimpin haruslah memegang teguh π»π‘Žπ‘ π‘‘π‘Ž π΅π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž, satu diantaranya bagaikan bumi yang harus dan siap di injak oleh rakyat. Sehingga seorang pemimpin harus siap sedia jika kepalanya di injak oleh rakyat, sebab tuannya adalah rakyat, bukan yang lain!

Sumber : Status Facebook Putra Sadega

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed