by

Harapan Baik untuk Ganjar Pranowo

Oleh : Sobar Harahap

Orang Indonesia punya kepercayaan tinggi pada nama. Nama dipercaya membawa pengaruh baik bagi nasib manusia, maka jika nama dirasa kurang tepat, upaya menggantinya adalah jalan menuju kesempurnaan hidup.

Itulah yang ditunjukkan oleh Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Sosok penting dalam dunia pergerakan dan pendidikan Indonesia. Ia merasa namanya terlalu mengesankan kelas priyayi ningrat, sehingga ia sulit dekat dengan rakyat jelata. Setelah tirakat dan berdoa, ia putuskan mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara. Tepat sekali. Nama barunya itu mendekatkan dirinya pada rakyat dan anak-anak bumiputera, tanpa sekat dan batas sosial dan budaya yang membatasi.

Kisah lainnya datang dari tokoh besar bernama Sukarno. Anda semua tahu, kita tidak bisa membicarakan sejarah Indonesia tanpa menyebut namanya. Semasa bocah, Sukarno punya nama kecil Kusno. Lantaran sakit-sakitan, Soekemi Sosrodihardjo, ayah Sukarno, memutuskan mengganti nama putranya itu.

Terpilihlah nama Sukarno. Nama itu diambil dari nama Karna, tokoh dari dunia pewayangan. Karna sang satria pemanah dari negeri Astina. Nama yang sempurna, Sukarno sesuai namanya menjadi pemimpin besar bagi Revolusi Indonesia, Presiden pertama Indonesia paling disegani dunia internasional.

Hari ini kita pun mengenal Ganjar Pranowo. Ia adalah tokoh yang juga punya sejarah mengubah namanya. Ganjar adalah anak seorang polisi biasa bernama Pramudji Parmudi Wiryo. Ganjar kecil bernama Ganjar Sungkowo, ia lahir dari keluarga miskin. Akibat situasi serba kekurangan yang dialami Ganjar kecil, ia pun sering demam dan sakit-sakitan. Keluarganya kala itu memang bisa disebut kurang mampu.

Pramudji akhirnya memutuskan mencarikan nama baru untuk Ganjar. Dari Ganjar Sungkowo diubah menjadi Ganjar Pranowo. Perubahan nama itu rupanya sangat melekat pada nasib baik Ganjar. Ganjar adalah doa dan hadiah, sedangkan Pranowo adalah hati yang terang. Nama itu sesuai dengan karakter Ganjar yang selalu terang hati dalam menghadapi persoalan. Secara filosofis, semakin berat cobaan, akan semakin besar ganjaran (hadiah/pahala) yang akan didapatkan Ganjar.

Nama yang diberkahi akan menuntun manusia ke jalan yang benar. Ganjar Pranowo, seperti halnya Sukarno dan Ki Hajar Dewantara, telah menunaikan tugas hidupnya sebagai sosok pemberi terang. Di bidang pendidikan, ide sekolah gratis SMK Jateng telah meluluskan 1837 siswa dengan 70% terserap dunia kerja, sisanya ada yang melanjutkan kuliah, ada yang berhasil menjadi anggota TNI/Polri.

Di bidang tata birokrasi, Ganjar mendapat penghargaan sebagai pemimpin daerah sebagai penyelenggara The Good Governor 2023 terbaik versi Asian Post dan Infobank. Ganjar juga diberi penghargaan oleh Bappenas pada tahun 2023 atas kebijakannya dalam mengatur pembangunan daerah di Jateng. Dalam urusan toleransi beragama pun, Indeks Kerukunan Umat Beragama di Jawa Tengah meningkat pada 2022 mencapai 76,8 dari 72,4, pada 2021.

Beberapa capaian di atas belum seberapa, masih akan sangat panjang jika diuraikan di sini. Namun, satu hal yang pasti, nama pemberian ayahanda benar-benar sesuai jatidiri Ganjar yang sebenarnya. Ganjar mendapat ganjaran (hadiah) dari rakyat karena telah bekerja dengan mengutamakan kejujuran dan keberpihakan pada rakyat. Pelan-pelan, kerja keras itu akan membawa terang, membawa pranawa, sesuai nama yang melekat pada beliau, Ganjar Pranowo.

Sumber : Status Facebook Sobar Harahap

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed