by

Menyikapi Ahmadiyah dan Syiah

Oleh : De Fatah

Saya muslim, saya sendiri merasa berbeda dengan Ahmadiyah dan Syi’ah dalam hal pemahaman Islam. Karena berbeda, saya pelajari mengapa saya berbeda dengan mereka. Semakin saya pelajari, akhirnya saya temukan perbedaan tersebut memiliki alasan yang kuat. Perbedaan tersebut memiliki dalil yang bersumber dari sejarah dan tafsir ayat atau hadits.

Ini ciri khas sekte-sekte dalam setiap agama, berbeda dalam tafsir dan sejarah. Sesatkah mereka? Itu bukan urusan saya. Mungkin saja saya yang sesat. Akhirnya saya berkesimpulan, jalan yang dipilih mereka berbeda dengan saya, tapi tujuannya sama. Bagaimana jika jalan yang ditempuh mereka salah? Itu juga bukan urusan saya. Dengan belajar, saya lebih damai, daripada mengusir, mengancam, bahkan membunuh mereka.

Apalagi sampai melarang mereka ibadah atau meneriaki mereka sesat. Jika mereka sesat, mengapa Tuhan sendiri tidak menghukum mereka, tidak perlu memakai tangan saya. Toh, Tuhan yang saya sembah Maha Perkasa.

Sebenarnya menuduh orang lain sesat itu apa gunanya? Apakah otomatis kita pasti benar? Menuduh kelompok lain sesat tanpa ilmu itu adalah kesesatan yang nyata. Sesat dan menyesatkan. Gampangnya, pastikan saja kita sudah dijalan yang benar. Tak perlu meneriaki orang lain sesat. Saya juga gemes dengan aparat yang terkesan ragu-ragu menindak tegas kelompok yang sering mempersekusi penganut Ahmadiyah atau Syiah. Jika mau teliti, kelompoknya itu-itu juga.

Pak,..negara ini memang negara beragama, tetapi konstitusi kita tidak atas dasar agama apapun. Misalnya, jika ada kelompok menyembah taik kambing pun jadi Tuhan, negara harus melindungi aktivitas keagamaan mereka.Kalau ada orang Islam marah dan teriak Ahmadiyah bukan Islam, Bapak seharusnya balik teriak juga, “Kalau Ahmadiyah bukan Islam, masalah elo apa mau ngamuk njing?”.-

Sumber : Status Facebook De Fatah –

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed