by

Antara Taliban dan DKI

Oleh : Engkus Kusnadi

Dibalik keinginan kuatnya untuk menjadikan negara syariat, ternyata sumber keuangan terbesar yang mereka miliki berasal dari penjualan opium.Peredaran heroin terbesar di dunia salah satunya berasal dari Afghanistan, 80 persen pasokan heroin dunia didapatkan dari sana( UNODC ). Disini adanya ketidak konsistenan dalam prinsip2 negara yang ingin berlandaskan negara syariah, satu sisi ingin memurnikan sebuah ajaran, satu sisi komoditi terbesarnya dihasilkan dari produksi opium.

Yahh Mirip2lah sama DKI saat itu yang ingin menghentikan Reklamasi tapi setelah menang justru malah sembunyi2 menandatangani kontrak. Mereka kalau ngomong tentang Iman dan Keislaman seolah hal tersebut yang menjadikan kemakmuran tunggal sebuah negara.. Yahh mirip kasus DKI lagi, menjual kemakmuran sebuah wilayah dengan iming2 harus dengan pemimpin Seiman.. persis kan..?

Hanya Orang2 bodoh yang mengikuti narasi ini. Pada akhirnya mereka sadar juga bahwa selama ini mereka hanya dijadikan alat atas ambisi kekuasaan beberapa kelompok..yah boleh juga dikatakan Aniespun sebagai alat, hanya begitu amat disayangkan dengan gelar PHDnya ia begitu tega membohongi warganya sendiri, ia tidak perduli akan resiko besar dari terbelahnya kerukunan sebuah wilayah.

Dari kasus Taliban, ISIS di suriah sana seharusnya kita banyak belajar, cukuplah berakhir di Pilgub DKI cara2 kotor yang mengatas namakan agama dilakukan..” Tiba2 si Fredy nyautin..”..yaahh Orang warganya dikibulin juga merekamah iklash, yang fenting seiman dan bisa masuk sorga..

Sumber : Status Facebook Engkus Kusnadi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed