by

Membandingkan Hakim MK Dengan Hakim Ahok

Dan ini dugaan saya, dan semoga saya salah.
_Hatta Ali ada di balik keputusan hakim Ahok. Dan di balik Hatta Ali, ada JK, sang wapres._ Sudah jadi *rahasia umum*, _JK sangat ambisius mendorong Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Untuk itu Ahok harus disingkirkan._

Mungkin JK dan Hatta Ali dan Tiga Hakim dan Jaksa kasus Ahok lupa, bahwa kejahatan meninggalkan jejak. Demikian juga segala tipu muslihat.

Berikut _tiga dari lima hakim yang menangani perkara Ahok yang langsung dapat promosi_ :

_Dwiarso Budi Santriarto_, dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara promosi menjadi hakim di Pengadilan Tinggi Bali.

_Abdul Rosyad_, dari hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara promosi menjadi Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah.

_Jupriyadi_, dari Wakil Pengadilan Negeri Jakarta Utara promosi menjadi Kepala Pengadilan Negeri Bandung.

Sementara, _dua hakim lainnya, Didik Wuryanto dan I Wayan Wirjana tidak mendapat promosi._ _*Kabarnya dua hakim terhormat ini mengajukan dissenting opinion, perbedaan pendapat.*_

Catatan menarik dari para “penegak hukum” yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam kasus Ahok (ini fakta, dan saya ikut menghaturkan turut berduka cita).

Kabar terakhir, baru beberapa bulan jadi hakim Pengadilan Tinggi Bali, _Dwiarso ditolak masyarakat Bali._
Mengutip pandangan Tokoh masyarakat Bali, I Gusti Ngurah Harta, menyatakan tidak setuju Dwiarso ke Pengadilan Tinggi Bali. “Saya tidak setuju dengan penempatan itu. Karena seperti ada grand design dia bertugas di Bali _untuk manangani kasusnya juru bicara FPI Munarman_.”

Ditolak di Bali, buru-buru Dwiarso ditarik ke Mahkamah Agung dan dicari cari posisi, kabarnya Dwiarso “terpilih” jadi hakim di Badan Pengawasan Mahkamah Agung.

Kabar duka bagi Hatta Ali, Ketua MA. Anak bungsunya meninggal dengan kondisi patah leher saat kecelakaan tunggal dalam turing motor gede di Namimbia Afrika. Yang bikin nyesek, duit banyak dan jabatan bapake ternyata tidak bisa membeli nyawa. Irfan, anak kedua dari dua anak Hatta Ali sebenarnya bisa tertolong, tetapi nasibnya mengalami kecelakaan tunggal di lokasi 70 km dari kota terdekat di Afrika.

Satu dari empat Jaksa kasus Ahok, bernama Andri Wiranofa tewas di pesawat Lion Air JT 610. Andri berada di pesawat naas itu bersama istrinya, yang membuat dua anak perempuannya yang masih balita menjadi yatim piatu.

Entah apa ada hubungan fakta itu dengan Sumpah Ahok atau tidak.

Tetapi percayalah Gusti ora sare. Jangan main main sebagai penegak hukum, apalagi menghukum orang yang tidak terbukti melakukan tindak pidana atau perdata.

Sumber : Status Facebook Mercy Sihombing

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed