Kegagalan Para Pengkritik Afi Nihaya

Kalau ada kekeliruan pada tulisannya, maka sampaikan dengan dialog yang baik, tidak dengan nada intimidasi atau merendahkan. Dan beberapa tulisan yang menanggapi tulisan Afi, justru melakukan tafsir hermeneutika ala kalangan liberal. Misalnya ketika Afi disebut menganggap semua agama benar, padahal ia tidak pernah menyebut demikian.

Ketika akunnya diserang ramai-ramai dan sempat dilock, saya dan beberapa rekan yang punya kontak ke Facebook segera mencoba mengusahakan supaya akun bisa kembali, dan Alhamdulillah hari itu akun ia kembali. Tapi rupanya tidak hanya ancaman tutup akun, bahkan ia diancam bunuh oleh beberapa orang. Mengerikan.

Saya sampaikan, Afi bisa melaporkan ke polisi, karena kalau ada ancaman via telpon, sms, dsb, kemungkinan besar polisi bisa mengusutnya, karena pasti ada footprint yang tertinggal. Tapi ia tidak mau, dia bilang, nanti malah mereka playing victim, atau dapat panggung. Biarkan saja. Dia anggap itu semuanya sensasi baru dalam kehidupan.

Dia ingin menunjukkan bahwa ia tegar terhadap ancaman itu, ancaman yang dzalim karena si peneror itu tidak tahu kaidah dalam memberikan hujjah, itupun kalau memang ada kekeliruan serius dalam tulisannya. Sesuatu yang justru tidak dimiliki oleh banyak kaum dewasa.

Tapi tetap saja manusia, ada satu hal yang membuat dia galau berat. Yaitu ketika ada seseorang yang mengirimnya pesan privat, yang isinya, ” Afi, kamu terlihat makin gemuk ya. Jaga kebugaran dan kesehatan ya.”

Yang kirim pesan nggak tahu kalau buat perempuan itu pesan yang sangat offside. 

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *