by

Jokowi Promosi Jajanan

Oleh : Harun Iskandar

Jokowi, Presiden Republik Indonesia, promosi makanan dan jajanan tradisional. Sekaligus promosi jual-beli online. Macam2, ada ini, ada itu. Tapi ‘diprotes’ ketika promosikan ‘Bipang Ambawang’. Dinyinyiri bahkan. Kata mereka, mosok ‘Rioyo’, Hari Raya Iedul Fitri, kok disuruh mangan, makan, ‘babi’.Yang nyuruh wong ‘ngeslam’ makan babi juga siapa . . .Wwk wk wk . . .

Ini promosi. Biar dagangan orang, rakyat Indonesia, laku. Dan rakyat Indonesia itu, yang akan jual makanan dan yang beli, bukan hanya ‘wong ngeslam’. Ada juga ‘wong tapir’. . .Semua punya hak berdagang, semua punya hak untuk beli. Dan memakannya. Dan Jokowi itu Presiden, meski Islam, juga Presiden ‘wong Ngeslam’ dan ‘wong Tapir’ . . .Yang ndak bole mudik, kalau kangen kampung, bisa jajan makanan ‘udik’nya, via onlen. Dan kebetulan, itu bukan untuk yang rayakan Iedul Fitri saja, tapi juga yang rayakan Kenaikan Isa Al Masih, wong ‘tapir’ . . .Yang jadi masalah itu apa ?Macem2 komennya. Presiden harus minta maaf. Masak Presiden ndak ngerti, kalau Bipang itu berbahan dasar ‘babi’. Jelang Iedul Fitri kok promosi ‘babi’ . . .Bahkan ada yang ‘tendensius’, ‘Sengaja, Pak ?’ Maksudnya Presiden Jokowi sengaja hina umat Islam. Dus, zalim terhadap umat Islam.Kalau dilaporkan para Jokower, mesti omong ‘kriminalisasi’. Kriminalisasi ngulama, rakyat jelata, sampai anggota DPR. Karena ada anggota DPR yang ikut nyinyir . . .

Yang lucu, nurut saya, bukan komen respon kaum ‘wicas-wicis’ yang ndak mutu itu. Tapi justru Menteri Perdagangan, pak Luthfi, yang segera bikin pernyataan. Klarifikasi . . .Mungkin dikira pak Mentri, para ‘Nyinyirin’, pada ndak bisa baca dan ngerti ‘konteks’. Maka perlu dijelaskan. Bukan, Pak . . .Ndak semua begitu. Maksud saya, jika ada 10 orang ‘Nyinyirin’, wicas-wicis, yang 9 memang begitu. Seperti biasa. Bodho. Bento . . .Yang sisa ‘satu’, ngerti konteks, tapi buruk perilaku, ati-nya hitam. Sukanya menggoreng dan dêmên mlintir . . .

Tapi pak Mentri, ya ndak salah seh. Urusan dagang memang dibawah Kementriannya. Dan beliau pun seorang ‘priyayi’ pinter. Sekolahnya saja di Amerika.Semua harus jelas. Asal muasal. Sebab akibat. Terukur maksud dan tujuan. Suka dan inginnya santun pada semua orang. Meski orang itu pada ‘kênthir’. Style nya kayak presiden-nya, Jokowi. Santun dan penuh adab . . .

Cobak kalau Menteri Perdagangan atau Presidennya, Arek Suroboyo. Mesti lain . . .Tapi bukan sembarang Arek Suroboyo, lho ! Harus ‘asli’. Bukan pindahan. Dan yang penting, harus ‘mBonek’ dan ‘kenthir’.

Mesti ‘Presiden’ langsung beri semacam ‘talkshow’. Bisa dengan mBak Najwa, mBak Rosi, atau Doddy Corbuzier, bahkan si Halilintar.”Saya minta maaf” Presiden kenthir buka percakapan.”Soal Bipang Ambawang, Pak ?” Tanya si host.”Iya. Saya rasa kurang lengkap. Dan ndak adil,” Host makin penasaran.”Maksud saya, harusnya saya sebut semua makanan ‘per-Babi-an’. Seperti, Se’i dari NTT. Babi rica-rica Manado. Pa’piong bai, Toraja. Babi Guling dari Bali. Babi Panggang Karo. Dan lain- lain. Silakan kalau mau nambahi . . . ,”

Ndak cuma sampai disitu, Presiden ‘kenthir’, malah nambahi. Seakan menantang dan ejek kaum ‘Nyinyirin’.”Tempohari saya agak sungkan promosikan jajanan2 ini. Maklum bulan Puasa. Tapi lihat ‘respon’ masyarakat yang begitu ‘antusias’, sepertinya perlu saya iklankan juga. Lagipula, kita kan sudah ber-buka puasa. Namanya begitu eksotis,”Lalu tanpa pakai ‘nuwun sewu’, minta maaf, tanpa sungkan2, wong Arek Suroboyo. Langsung iklankan jajanan2 itu. Dengan gaya seperti biasa. Cool . . “Nasi Kêntut, Mie Lendir, Ketela Banjingan, Sate Kere, Krupuk Mlarat, Konthol Sapi, Kue Tètèk, Mie Pênthil, Kupat Jêmbhut . . .”Sekretaris Kabinet, Juru Bicara Presiden, Menteri Perdagangan, Host sampai Juru Kamera, pada terpana. Ndak nyangka. Muka mereka memerah. Malu, meski ndak ikut bicara . . .

Tapi Presiden ‘kenthir’ dengan tetap tenang melanjutkan. Cool. Maklum dia Sekolah Dasar sampai SMP di ‘Krêmil’. Tempat pelacuran kuno di Surabaya. SMA di ‘Bangun Rejo’, kompleks pelacuran terbesar se Asia Tenggara. Kuliah sampai S3 pun lulusan ‘nDolly’. . .”Konthol Kambing, Bubur Pêju, Konthol Kêjêpit, Peler Bedebu, Memek, Es Dawet Jêmbhut Kejabut, . . .”Terus . . . Sampek waktunya imsyak. Bonek yang kenthir, kalau mangkel ya begitu . . .Jorok ? Endak ! Biasa itu . . .Cobak tonton JTV Surabaya. Dalam berita boso Suroboyoan. Nyebut ‘obat kuat’, viagra atau ‘pil biru’, sebagai ‘Obat sing nggarakno ngacêng’. Obat yang bisa bikin kemaluan laki2 berdiri tegak . . .Puting Beliung ? Apa coba ? Angin yang menerjang dahsyat itu cuma diberi nama, terjemahan dalam basa Jawa, ‘Pênthil Mêlintir’ . . .Tabek . . .

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed