by

Isoman difasilitasi Hotel Bintang, Senayan Kesetanan

Oleh: Iyyas Subiakto

Belum selesai kita berdecak kagum atas jiwa sosial keluarga almarhum Bp. Akidi Tio atas sumbangan kemanusiaan yg dia kumpulkan dan dititipkan dlm bentuk wasiat kepada anak²nya yg penuh amanah, menyampaikannya pada waktu dimana negara sedang mengalami hantaman pandemi.

Konon dlm wasiatnya almarhum memesan manakala ada masanya orang memgalami kesulitan maka berikanlah bantuan dana yg tersimpan yg memang sejak beliau muda sudah mengumpulkan dana itu.

Betapa mulia hatinya, betapa baiknya, semuanya pasti atas izin Tuhan tentunya.

Dalam waktu yg bersamaan kerongkongan kita tercekat oleh gaya plamboyan para politikus di Senayan yg juga mau dimanusiakan lebih oleh para rakyat yg dermawan, dimana setelah tahun lalu minta di vaksin duluan, sekarang mereka minta fasilitas hotel saat isoman, padahal rumah dinasnya bisa buat main futsal karena luasnya.

Perilaku tak terpuji saat pandemi ini justru muncul dari kisi-kisi yg mengklaim diri sebagai penjaga NKRI

Mereka tutup mata, rakyat di susun di tenda karena RS penuh semua, belum lagi antrian di kuburan, sudah matipun masih ditekan, untuk bakar diri saja bayarnya sampai 80 jt.
Eh sang juragan rakyat isoman saja minta di hotel, katanya karena ada anggaran perjalanan ke LN yg gak terpakai.

Hello hare gene bilang ada anggaran tak terpakai, sini bawa sini tak buat beli oxygen, masker, obat²an, beras, dll buat keluarga yg sakit dan kelaparan.

Inilah akibat kandang domba di jaga Srigala, habis kita semua. Sedikit berpaling kita di cabik taring tajam tanpa belas kasihan. Jangan bicara kemanusiaan kepada orang yg belum menjadi manusia, pasti sia².

Prof. Qurtuby mengatakan : Andai dia dulu ikut membidani Pancasila, maka sila pertama bukan Ketuhanan YME, melainkan Kemanusiaan yg lahir dan beradab. Karena percuma bicara Tuhan kalau kelakuan bak setan.

Inilah kesialan kita sepanjang masa, hidup dan terlahir ketemu orang² berjenis Srigala, kita selalu terluka. Pelipur laranya masih untung hidup bertemu Pak Jokowi dan Pak Akidi sebagai penghibur hati. Dan contoh bahwa kita hrs tetap baik ditengah cabikan rasa kemanusiaan yg berantakan.

Selamat tidur nyenyak para wakil rakyat, semoga bangun esok hari masih ada matahari, bukan dikremasi.

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed