by

Gerakan Sadar Informasi, Stop Denial dan Hoax

Oleh : Mila Anasanti

Masyarakat kita sudah dari awal pandemi dijejali ‘rasa tenang palsu’, mulai dari klaim Covid tidak akan masuk Indo, bisa sembuh karena jamu, dll.Hasilnya apa? Apa negara kita lebih baik dari negara lain yang dari awal gencar memberitakan betapa bahayanya penularan COVID-19 dari sisi epidemiologi?

Stop denial, pemerintah dan rakyatnya. Allah ta’ala menaikkan derajat orang yang berilmu, jangan menolak informasi yang shahih sekalipun pahit. Apalah gunanya ketenangan palsu jikalau hoax? Bahaya tidak akan hilang kalau kita denial. Ibarat kapal Titanic mau nabrak gunung es, terus gunung esnya dianggap tidak ada? Tentu saja akan tetap nabrak.

Kenyataan itu pahit, tapi harus tetap dihadapi dengan optimis dengan cara yang tepat. Pandemi ini berat, tapi tetap bisa diatasi dengan ilmu. Kita butuh info untuk terus up to date dengan perkembangan penelitian. Maka, itulah yang dinikmati negara maju yang mulai relaksasi saat ini: lockdown di awal wabah, protkes ketat, tracking massif, dan mempercepat cakupan vaksin. Kalau jalan berpikirnya denial, siapa yang mau jadi orang shalih?

Padahal orang shalih adalah orang yang paling berat ujiannya setelah para Nabi dan ulama?Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya?” Beliau shalallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang saleh, kemudian yang sesudah mereka secara berurutan berdasarkan tingkat kesalehannya. Seseorang akan diberikan ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya.

Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikit pun.” (HR Bukhari).

Sumber : Status Facebook Mila Anasanti

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed