by

Dua Halu Terakbar

Oleh : Muhammad Jawy

Kalau kita tengok 2019, banyak yang halu dengan menyangka Pemilu 2019 itu dikendalikan aseng, dengan server ditaruh di Singapura untuk kemenangan kubu tertentu. Situng dihack intelijen asing, surat suara didrop dari China tercoblos. Quick count itu rekayasa.

Mereka punya slogan, “bermula dari kardus digembok” Halu-nya 2019 ini memantik demo besar di Jakarta, rusuh, 6 orang meninggal. Tahun 2020-sekarang, muncul kaum halu yang mengimani kalau rumah sakit mengcovidkan pasien, ambulans kosong berkeliling untuk meneror warga, dan orang meninggal karena keracunan obat, virus itu kayak flu biasa, dan vaksin itu buat masang chip.

Yang ini slogannya, “pandemi ini rekayasa elit global untuk mencengkeram manusia” Halu yang kedua ini korbannya jauh lebih banyak, kerusakan jauh lebih parah.Karena yang dirusak adalah akal sehat, kepercayaan kepada orang yang punya kepakaran. Keputusan salah diambil di saat kritis. Taruhannya nyawa. Semoga kita bisa lolos dari ujian-ujian ke-halu-an yang masih mungkin mendera bangsa ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed