by

Mau Vaksin Santri Tutup Telinga Dengar Musik, Pantaskah?

Oleh : Ahmad Tsauri

Para calon Hafidz rame-rame menutup telinga karena ada suara musik saat vaksin adalah anak-anak lebay. Tapi mereka gak salah, mereka masih berproses, yang keliru guru-gurunya yang memang lebay. Saya mengalami fase itu, tapi beruntung guru-guru saya alim-alim, dan gak lebay dalam beragama.

Mafhum lah kita, mereka ini sekelompok dengn orang ngakunya paling hafal hadis, jadi dikit-dikit bilang tidak ada hadisnya, hanya karena amalan mereka tidak sejalan dengan hadis itu.Imam Syafi’i itu disebut Nashiru sunah, penolong sudah karena mampu menciptakan teori حمل الحديث mengakomodasi hadis, dengan konsepnya itu nyaris bagi beliau tidak ada hadis yang bertentangan apalagi tercampakan, دفع التعارض بين الحديث النبي المختلفة.

Coba tengok kitab Ushul fikih, siapa yang punya konsep cantik seperti muthlaq-muqayad, ‘am-khas, kalau bukan Imam Syafi’i.Jaman sekarang ko ada manusia yang ngaku ulama menyembunyikan hadis dari umat tapi ngakunya paling cinta sunah. Cinta sunah ko milih sunah yang sesuai selera.

Nah kita ini Nahdhiyin sebagai penerus fikih Syafi’i, tidak gumunan dengan perbedaan ulama. Kita diajarkan mana yang Ushuludin, pokok agama, mana yang furu’ yang terdapat banyak perbedaan ulama.Musik itu bukan Ushul, itu furu’, jadi gak usah lebay. Lama-lama jumlah mereka makin banyak, makin ribet ini kita beragama.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed