by

Beragama, Bersembahyang dan Berpuasa

Oleh : Abdul Munib

Apakah kamu tidak tahu siapakah para pembual agama itu ? Mereka adalah yang beragama tapi tidak terimplementasi kedalam kehidupan sehari-hari dengan baik. Sebatas mengaku beragama saja. Sedangkan anak yatim masih pada terlantar. Makanan si miskin masih ditahan tak diberikan. Mereka bual. Hanya dimulut. Aslinya mereka penipu.

Beragama tak bisa hanya sebatas konsep percaya dan ibadah mahdoh seperti shalat dan puasa. Tapi dituntut suci jiwa, yang memancar dalam out put akhkaq. Memanifestasi dalam kehidupan sehari-hari individu dalam pergaulan sosial kemasyarakatan yang baik.Demikian surah Al Ma’un ayat 1-3 mengisahkan itu : Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

2. Mereka itulah orang yang menghardik anak yatim,3. dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.Demikian juga lanjutannya tentang Shalat atau Sembahyang. Dijelaskan dalam ayat lanjutannya. Bahwa sembahyang yang hanya sebatas gerak rukuk sujud tanpa menjaga ketulusan niat dan hidup saling tolong menolong, itu sembahyang Wail. Sembahyangnya orang shalat yang lupa. Sehingga dia pamer dengan sembahyangnya, supaya dapat diperlihatkan jidat hitamnya. Sedangkan tanganya mengepal seperti petinju saking pelitnya, padahal ia orang berada.Begini dijekaskan di surah yang sama :

4.Maka celakalah orang yang shalat5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya,6. yang berbuat ria,7. dan enggan (memberikan) bantuan.Demikian juga dalam kita menjalankan berpuasa. Tentu tak berhenti pada ibadah pribadi itu sendiri. Perubahan jadwal makan ke malam. Menahan haus dan lapar. Namun dengan kepekaan rasa itu ingatlah orang yang tak beruntung dalam mendapatkan makanan. Mengawal perjalanan substansi jiwa meraih puncak kemuliaan dan kemenangan.Capaian maqam keagamaan seseorang dapat diverifikasi pada moral akhlaqnya yang terpantul dikehidupan bermaayarakat. Watak, watuk dan wahing nya, sopan.

Mbah Karsono :Beragama itu penting print out nya yo

Kang.Ketelimbeng : Wit Pring Mbah

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed