by

BEM UI Salah Fokus

Oleh: Andi Reinhard Nainggolan

Saya adalah salah satu orang tidak memilik latar belakang akademis yang baik. Bermodalkan tekad dan petuah bijak dari orang tua, saya merantau dan mengandalkan Ijazah Paket C Saya bekerja menjadi karyawan harian di perkebunan swasta.

Puji Tuhan saya merima banyak berkat baik promosi maupun kepercayaan pimpinan dalam melaksanakan job – job di site. Selama saya bekerja, saya tetap fokus melaksanakan tugas saya, padahal banyak rekan rekan saya yang latar belakang pendidikannya jauh lebih tinggi daripada saya. Fokus!!! Adalah Jalan Ninjaku…

Melihat Statement BEM UI baru-baru ini, membuat saya menerawang jauh masa depan anak saya kelak. Begini, saya sering lihat di TV Nasional yang mengatakan bahwa “Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan”. Saat Saya menonton berita tentang BEM UI, Sontak saya pandangi 2 anak saya yang berumur 8 tahun dan 2 tahun.

Dan tanda tanda tanya besar muncul di benak saya, dan tak sadar mulut saya terucap kata tanya seperti ini, “Alamakkk! Macam mana lah besok nasib anakku ini di tangan calon pemimpin yang seperti mereka itu???” (Gaya Medan).Kalaulah memang Mahasiswa ingin bergerak dan berbuat untuk negeri ini, kenapa hanya berkomentar???

Belum ada tuh, tindakan konkrit mahasiswa sekarang yang bisa membuat darah ini berdesir dan berdecak kagum seperti 98 dulu. Maksud saya, tindakan nyata atas masalah yang nyata dong…. bukan komentar atau statement atas hal yang mengambang.

SALAH FOKUS :Bukankah ada polemik yang lebih besar dan lebih nyata yang sedang terjadi saat ini? Kenapa Mahasiswa tidak turut saja menyuarakan ke masyarakat umum bahwa Cov-19 itu nyata?Turut Bantu Pemerintah lah…. Supaya masyarakat mau ikut Vaksin, dengan cara yang kreatif lah…

Kan Mahasiswa kreatif dengan meme – meme nya. Kenapa tidak bantu saja pemerintah dengan programnya dan kita kawal bersama?Ini malah sibuk menyuruh presiden mundur. Trus kalau presiden mundur, mau digantikan sama siapa??? Sama BEM UI???

Wong Jam Belajar sama Jam Maen TikTok waktunya lebih banyak main TikTok kok.Kalau perkara “Janji”, saya jadi senyum sendiri. Soalnya saya ingat saya masih punya janji – janji yang belum bisa saya tepati ke isteri saya. Padahal waktu pacaran dulu janji saya wuuuuaaaahhhhhh sekali. Tapi biarpun begitu, saya masih belum berhenti untuk mewujudkan janji saya ke isteri.

Alamakkk… Jadi Curhat Pulak Aku… Hehehe. Mengenai janji Jokowi yang ditagih, memang masih ada yang belum ditepati, tapi saya masih tak putus harap kepada beliau. Saya bahagia kaka kaka saya di timur jauh sana merasakan harga bahan yang sama dengan saya, banyak yang sudah bisa menikmati jalan aspal, banyak yang sudah bisa menikmati BPJS, dan fasilitas lainnya.

Kita harus dukung lah…. agar tidak berhenti dan masih berlanjut.Mari kita tanggapi dengan dewasa. Menurut saya, kritik itu seperti vaksin. Membuat tubuh semakin kebal terhadap penyakit. Demikian Kritik, mambuat kebijakan dan keputusan semakin kuat atas kesalahan fungsi dan lain lain hal yang dapat melemahkan kebijakan itu sendiri. Bukan Kritik namanya kalau berisi fitnah dan spekulasi tidak berdasar.

Melihat gaya kritik BEM UI, saya jadi ingat nasihat ibu saya dulu, “Kalau Kamu Benci Kepada Seseorang, Melihatnya Bernafas Pun Akan Membuatmu Geram Dalam Hatimu, Jauhilah Sikap Membenci, Selalu lah bersikap Objektif”. Dalam Analogi saya, BEM UI saat ini seperti “Ombak Laut” yang ditunggu tunggu oleh peselancar.

Dan para politikus oposisi adalah peselancarnya. Begitu ombaknya datang, mulailah peselancar dengan terlihat gagah mengendalikan papan luncurnya diatas ombak. Semoga mereka paham kalau mereka dimanfaatkan… Pasti Paham lah….

Wong saya yang ga lulus SMA saja paham…Seharusnya BEM UI sudah belajar semakin dewasa atas banyaknya sanggahan dan tanggapan besar yang datang kepada mereka.Semoga ditanggapi dengan bijak.

PESANKU UNTUKMU DALAM PROSES BELAJARMU WAHAI PEMUDA….” KALAU ADA 1 ORANG YANG MENGATAKAN TINDAKANMU SALAH, MASIH BOLEH LAH KAU MENUTUP TELINGAMU DAN MENGANGGAP ITU SEBAGAI ANGIN LALU.”

“KALAU ADA 2 ORANG YANG MENGATAKAN TINDAKANMU SALAH, MASIH BOLEH JUGA KAU MENUTUP TELINGAMU DAN MENGANGGAP ITU SEBAGAI PANDANGAN IRI ORANG LAIN TERHADAPMU.”

“TAPI KALAU SUDAH ADA 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 ORANG YANG MENGATAKAN TINDAKANMU SALAH, SEGERA LAH BERHENTI. DAN LAKUKANLAH INTROSPEKSI DIRI. PERCAYALAH KALAU MEREKA ADALAH ORANG ORANG YANG MENYAYANGIMU.”

SEMOGA TUHAN MEMBERKATI BANGSA INI.

(Sumber: Grup Facebook DDB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed