by

2 Jenis Manusia yang Tidak Bisa Dipercaya

Oleh : Nyoto Raharjo

Didunia ini ada 2 jenis manusia yang tidak bisa dipercaya, yakni : politikus yang berbicara agama dan agamawan yang berbicara politik.

● Politikus seharusnya mesti paham betul ilmu politik, berikut tujuannya ikut berpolitik, agar layak menjadi pelayan masyarakat yang baik. Tidak berbicara tentang agama yang tidak dipahaminya dengan benar, yang bukan menjadi tugasnya.

● Demikian pula dengan agamawan, yang adalah pelayan umat, bukan malah seolah-olah menjadi majikan atau raja yang harus dihormati dan dilayani oleh umatnya.

● Pembicara agama harus menguasai ilmu agama dengan sempurna agar mampu mendidik umatnya menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur, bukan sebaliknya malah memecah belah umat manusia melalui ajaran-ajaran yang jauh menyimpang daripada keuTuhan manusia, apalagi mengkaitkan agama dengan politik yang bukan menjadi bidangnya.

● Seorang politikus adalah seorang pelayan rakyat, menghambakan dirinya untuk melayani rakyat, membangun bangsa dan negaranya melalui cara-cara berpolitik yang cerdas, tulus, bersih, jujur, demi kemajuan bangsa dan negaranya, jadi panutan rakyatnya ; bukan mencari kedudukan didalam kekuasaan untuk kepentingan dirinya sendiri atau kelompoknya saja, memperkaya diri sendiri, korupsi, dan malah jadi cibiran masyarakat.

Seorang agamawan, adalah pelayan umat, seorang manusia yang telah dibekali dengan ilmu keagamaan yang luas, bukan cuma yang pintar bersilat lidah menjabarkan agama sehendak hatinya ; harus dibuktikan melalui perilaku hidupnya ditengah-tengah masyarakat secara nyata ; bukan malah menggunakan ayat untuk membodohi dan menguasai umatnya. Agama berkaitan sangat erat dengan budi pekerti, ajaran-ajaran tentang kemanusiaan, tentang bagaimana seorang manusia memperlakukan sesamanya dengan benar, tentang perbuatan nyata, bukan cuma tentang teori, bukan cuma bicara tentang Tuhan, surga atau neraka, yang tidak pernah mereka tahu.

Hanya melalui memuliakan sesama manusia saja, seorang manusia baru bisa berkata bahwa dirinya memuliakan Tuhan Sang Pencipta Agung. Kalau memuliakan sesama manusia saja tidak mampu dia lakukan, bagaimana seorang pendidik agama menyombongkan diri telah memuliakan Tuhan dan mengangkat dirinya sebagai panutan umat … ???

Seorang tokoh agama punya kewajiban menuntun umatnya dibidang kerohanian saja, sesuai bidang ilmu yang dikuasainya ; dan tidak berbicara diluar kontek-kontek keagamaan, seperti politik, saint, atau cara mendapatkan kekayaan, dan lainnya, yang bukan menjadi profesinya. Demikian pula dengan para politikus, mereka tidak seharusnya mengkaitkan ilmu politik dengan ilmu agama !!!

Politikus yang berbicara tentang agama menunjukkan bahwa mereka tidak menguasai ilmu politik dengan baik ; untuk menutupi kedangkalan ilmu politiknya, maka mereka mengkaitkannya dengan agama ( karena agama punya banyak pengikut yang lupa memakai logikanya ). Kalau seorang pemimpin agama cuma hafal kitab sucinya, tapi tidak pernah mengerti bagaimana cara penerapannya selama dia hidup didunia terhadap sesamanya ; cuma bisa menceritakan tentang Tuhan, surga dan neraka yang cuma tertulis didalam kitab sucinya, cuma bisa melarang ini melarang itu ; apa bedanya pemimpin agama yang seperti itu dengan pembual ???

Begitu pula jika politikus tidak memiliki jiwa melayani rakyat, minim pengetahuan, nol ilmu politik, tapi memiliki harta tak terhingga, kelicikan serta keserakahan tanpa batas ; untuk menutupi keserakahan dan kebodohannya, tentu mereka akan berusaha berbicara tentang agama, agar tampak baik dimata rakyatnya. Lalu apa bedanya mereka dengan rentenir / lintah darat yang mematok bunga riba sangat tinggi … ???

Apa bedanya orang-orang yang demikian dengan pengemis, atau malah perampok ??? Maka jangan kaget jika jaman sekarang banyak bermunculan politikus dan agamawan abal-abal yang hidup bergelimang harta disekitar kita … semua itu terjadi akibat kebodohan kita sendiri yang gampang sekali terkesima oleh penampilan para serigala berbulu domba itu.

Orang bodoh tidak ada bedanya dengan sapi, kambing, atau ayam pedaging, mereka tidak tahu ketika digiring untuk disembelih oleh pemiliknya. Semakin bodoh rakyat sebuah negara ; semakin mulia pula kehidupan para politikus dan agamawan mereka.

Sumber : Status Facebook Nyoto Raharjo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed