by

Budaya dan Nasionalisme Indonesia yang Terus Terkikis Angkara Murka

Oleh : Tito Gatsu

Budaya Indoneaia adalah budaya yang paling unik di dunia karena merupakan warisan budaya jawa kuno yang berasimilasi dengan muti etnis dari seluruh peradaban dunia namun sayangnya referensi sejarah. Khususnya untuk pendidikan banyak yang hilang. Ada yang Hebat dan luar biasa , yaitu ketika masa kebangkitan nasional tahun 1920 dan ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928 para kaum nasionalis dari berbagai pelosok nusantara memilih bahasa nasional yang tidak diasosiasikan dengan kelompok terbesar, yaitu bahasa Jawa. Bahwa nasionalisme sudah mengakar sejak.100 tahun yang lalu. Bahasa Indonesia mampu menjadi bahasa persatuan sesuai dengan kongres Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 dan penhebarannya setelah kurang dari 20 tahun mampu menjadi bahasa nasional di Indonesia. Karena peranan Soekarno sebagai Bapak Bangsa Indonesia menasionalisasi bahasa tersebut dan terus disempurnakan hingga tahun 1970.

Bahasa Indonesia sekarang menjadi bahasa pemerintah, sekolah, pengadilan, media cetak dan elektronik, seni sastra dan film, dan komunikasi antaretnis. Hal ini semakin penting bagi kaum muda, dan memiliki bahasa gaul anak muda. Di rumah, bahasa asli keluarga sering digunakan, dengan bahasa Indonesia digunakan di luar rumah di daerah multietnis. (Di daerah Jawa yang lebih monolingual, bahasa Jawa juga digunakan di luar rumah.) Bahasa ibu tidak digunakan untuk pengajaran di luar kelas tiga di beberapa daerah pedesaan. Sastra bahasa daerah tidak lagi ditemukan seperti pada masa kolonial. Banyak orang menyesalkan melemahnya bahasa asli, yang merupakan mata rantai yang kaya dengan budaya asli, dan takut kehilangan mereka karena modernisasi, tetapi hanya sedikit upaya untuk mempertahankannya.

Generasi tua dari orang-orang Indonesia yang berpendidikan tinggi yang berbicara bahasa Belanda sudah banyak yang meninggal. Justru pada era pemerintahan orde baru terjadi transformasi dibidang pendidikan dan budaya dimana bahasa belanda dihilangkan dan bahasa daerah bukan lagi mata pelajaran wajib. Bahasa Belanda tidak dikenal oleh sebagian besar kalangan muda dan setengah baya, termasuk para pelajar dan guru sejarah yang tidak banyak membaca dokumenter sejarah nusantara karena secara administratif dikuasai pemerintah Belanda maka sejarah masa lalu Indonesia banyak yang berbahasa Belanda. Bahasa Inggris adalah bahasa kedua resmi yang diajarkan di sekolah dan universitas dengan berbagai tingkat keberhasilan. Simbolisme. Semboyan nasional, Bhinneka Tunggal Ika, adalah ungkapan Jawa kuno yang biasanya diterjemahkan sebagai “bersatu dalam perbedaan”.

Tetapi pengetahuan mengenai seni dan budaya dihilangkam secara masif sejak tahun 1967 , dimana kaitan budaya dengan agama asli orang Indonesia, seperti kejawen , sunda wiwitan, kong huchu dan lain sebagainya dilarang walaupun orang secara sembunyi – sembunyi banyak yang masih melakukan ritualnya.

Orang Indonesia wajib menganut agama yang ditetapkan oleh pemerintah yang terdiri dari 5 agama : islam, Kristen Ptotestan, Katholik Hindu dan Budha diluar itu dianggap tidak beragama dan melanggar Pancasila dan bisa dianggap komunis dan bisa dipidanakan. Pada masa orde baru terjadi revolusi budaya secara besar- besaran dimana apa yang dibangun oleh Bung Karno dan pemerintah orde lama dihancurkan, seperti Lekra (Lembaga Kesenian Rakyat ) kemudian para ahli sastra , sejarah dan pujangga banyak yang dipenjarakan bahkan dibunuh sehingga pada masa ini bangsa Indonesia banyak kehilangan identitas dan nasionalisme karena satu-satunya lambang nasionalisme ada pada militer hanya mereka yang mengusai aspek kontrol sosial, budaya bahkan agama secara ketat.

Ideologi resmi negara, pertama kali dirumuskan oleh Presiden Sukarno pada tahun 1945, adalah Pancasila, atau Lima Prinsip: Ketuhanan Yang Maha Esa; kemanusiaan yang adil dan beradab; persatuan Indonesia; kedaulatan rakyat yang diatur oleh kebijakan yang bijaksana dicapai melalui musyawarah dan perwakilan; dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Indonesia sejak awal ditetapkan sebagai pewaris Hindia Belanda. Sejak tahun 1950 lagu kebangsaan dan lagu-lagu lainnya telah dinyanyikan oleh anak-anak di seluruh negeri untuk memulai hari sekolah; oleh pegawai negeri pada upacara pengibaran bendera; melalui radio untuk memulai dan menutup siaran; di bioskop dan di televisi; dan pada perayaan hari nasional.

Setelah Suharto berkuasa pada tahun 1967 Radio dan televisi, yang dimiliki dan dikendalikan pemerintah orde baru selama sebagian besar paruh kedua abad kedua puluh, menghasilkan program-program nasionalisasi ala militer yang cenderung memberikan pesan bahwa masyarakat harus bangga dan tunduk kepada militer bahkan acara hiburan yang dulu dinamakan kamera ria sarat dengan doktrin orde baru dan dilaksanakan di markas besar ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) tayang selalu dihiasi dengan parade militer, beragam pelajaran bahasa Indonesia, tarian dan lagu daerah dan etnis, dan drama bertema nasional.

“Pahlawan nasional” yang diakui secara resmi dari berbagai daerah dihormati dalam teks-teks sekolah, dan biografi dan dengan patung perjuangan mereka melawan Belanda; beberapa daerah mengabadikan pahlawan lokal terutama propaganda anti komunis. Sejarah dan Hubungan Etnis munculnya Bangsa. Meskipun Republik Indonesia baru berusia tujuh puluh lima tahun masyarakat Indonesia memiliki sejarah panjang di mana budaya lokal dan budaya yang lebih luas terbentuk. Sekitar tahun 200 M, negara-negara kecil yang sangat dipengaruhi oleh peradaban India mulai berkembang di Asia Tenggara, terutama di muara sungai-sungai besar.

Lima ratus hingga seribu tahun berikutnya melihat negara-negara besar muncul dengan arsitektur yang megah. Hinduisme dan Buddha, sistem penulisan, gagasan tentang kerajaan ilahi, dan sistem hukum dari India disesuaikan dengan pemandangan lokal. Istilah Sansekerta masuk ke banyak bahasa Indonesia. Hindu mempengaruhi budaya di seluruh Asia Tenggara, tetapi hanya satu daerah di Indoneaia yang beragama Hindu, yaitu Bali. Negara-negara bagian Indonesia menurun sekitar tahun 1400 M dengan kedatangan para pedagang dan guru Muslim dari India, Yaman, dan Persia, dan kemudian orang Eropa dari Portugal, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Semua datang untuk bergabung dalam perdagangan besar dengan India dan Cina.

Selama dua abad berikutnya kerajaan lokal berdagang, bersekutu, dan berperang dengan orang Eropa, dan Perusahaan Hindia Timur Belanda menjadi negara kecil yang terlibat dalam pertempuran dan aliansi lokal untuk mengamankan perdagangan. Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) berkuasa hingga tahun 1799 ketika perusahaan tersebut bangkrut. Pada abad kesembilan belas Belanda membentuk pemerintah Hindia Belanda, yang mengembangkan aliansi dengan penguasa di Nusantara. Baru pada awal abad ke-20 pemerintah Hindia Belanda memperluas kekuasaannya dengan cara militer ke seluruh Indonesia sekarang. Pemberontakan sporadis abad kesembilan belas terhadap praktik Belanda terjadi terutama di Jawa, tetapi pada awal abad kedua puluh para pemimpin intelektual dan agama Indonesia mulai mencari kemerdekaan nasional.

Pada tahun 1942 Jepang menduduki Hindia, mengalahkan tentara kolonial dan memenjarakan Belanda dalam kondisi yang keras. Pada tanggal 17 Agustus 1945, setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, kaum nasionalis Indonesia yang dipimpin oleh Sukarno dan Mohammad Hatta mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Belanda tidak menerima dan selama lima tahun memperjuangkan republik baru, terutama di Jawa. Kemerdekaan Indonesia baru diakui pada tahun 1950. Identitas Nasional. Ukuran Indonesia dan keragaman etnis telah membuat identitas nasional bermasalah dan diperdebatkan. Identitas didefinisikan pada banyak tingkatan: menurut kewarganegaraan Indonesia; dengan pengakuan bendera, lagu kebangsaan, dan lagu-lagu tertentu lainnya; dengan pengakuan hari libur nasional; dan dengan pendidikan tentang sejarah Indonesia dan Lima Prinsip yang menjadi dasar bangsa.

Oleh karenanya Sukarno mendirikan Lekra (Lembaga Kesenian Rakyat) yang merupakan organisasi setingkat Institusi negara untuk mengembangkan bidang kebudayaan , satra dan bahasa di Indonesia serta mulai ditugasi membuat kajian sejarah dan budaya Indonesia. Begitupula dengan agama karena Indonesia merupakan penduduk mayoritas Islam , Islam di Indonesia harus bisa mengadopsi budaya Nusantara dan agama lain termasuk agama budaya asli Indonesia maka Pemerintah Sukarno memberikan tugas kepada dua organisasi islam terbesar NU dan Muhammadiyah, NU sebagai penjaga budaya dan Muhammadiyah mengembangkan pendidikan islam yang toleran di Indonesia. Pada masa orde baru karena membebaskan para pemberontak DI/TII karena politik tangkao dan jaring untuk melakukan perlawanan terhadap PKI dan para simpatisan Sukarno Ketegangan muncul ketika kelompok satu agama bermigrasi ke suatu tempat dengan agama mapan yang berbeda.

Kekuatan politik dan ekonomi menjadi terkait dengan etnis dan agama karena kelompok-kelompok lebih menyukai sanak saudara dan pasangan etnis mereka sendiri untuk pekerjaan dan keuntungan lainnya sehingga toleransi di Indonesia mulai memudar. Sebagian besar dari ini ditanamkan melalui sekolah dan media, yang keduanya telah diatur secara ketat oleh pemerintah selama sebagian besar tahun-tahun kemerdekaan dan Presiden Sukarno menghapuskan kesenjangan etnis semua suku bangsa yang ada di Indonesia termasuk Cina, Eropa , Arab dan India Tetapi pada masa orde Baru sejarah bangsa berubah dan difokuskan pada perlawanan terhadap kolonialisme Belanda dan komunisme, para pahlawan dan pemimpin nasional sesuai dengan seleksi Pemwrintah orde baru akan diabadikan dalam nama jalan yang banyaj diantaranya militer , seperti Gatot Subroto, Sudirman, Tendean dimana pahlawan pada masa perjuangan apalagi yang pro Sukarno banyak yang dihilangkan walaupun sedikit Kemuliaan peradaban masa lalu diakui, meskipun sisa-sisa arkeologis sebagian besar adalah kerajaan Jawa.

Hubungan etnis di Nusantara sudah lama menjadi perhatian. Para pemimpin Indonesia mengakui kemungkinan separatisme etnis dan regional sejak awal republik. Perang dilancarkan oleh pemerintah pusat melawan separatisme di Aceh, bagian lain dari Sumatera, dan Sulawesi pada 1950-an dan awal 1960-an, dan setelah masa orde baru Indonesia disatukan oleh kekuatan militer.Bahwa rakyat harus tunduk oleh militer. Hubungan antara pribumi Indonesia dan Tionghoa perantauan sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah Belanda dan Indonesia. Orang Cina berjumlah sekitar empat hingga enam juta, atau 3 persen dari populasi, tetapi dikatakan menguasai sebanyak 60 persen kekayaan negara. Orang Cina berdagang dan tinggal di pulau-pulau selama berabad-abad, tetapi pada abad kesembilan belas Belanda mendatangkan lebih banyak lagi dari mereka untuk bekerja di perkebunan atau di pertambangan.

Belanda juga membentuk sistem stratifikasi sosial, ekonomi, dan hukum yang memisahkan orang Eropa, orang Asia dan Indo-Eropa asing, dan orang Indonesia asli, sebagian untuk melindungi orang asli Indonesia agar tanah mereka tidak hilang dari orang luar. Kebijakan sistem stratifikasi sosial ekinomi dan hukum ini dihilangkan oleh Sukarno pada masa kemerdekaan atau tepatnya pada tahun 1950 sehingga menganggap senua suku bangsa yang menjadi warga negara di Indonesia dianggap sama. Tetapi Pada masa orde baru yang dimulai pada tahun 1967 saat Jendral Suharto menjadi Presiden sistem stratifikasi ini diberlakukan kembali khusus terhadap suku tionghoa atau orang Cina walaupun mereka memiliki keinginan yang besar untuk berasimilasi dengan masyarakat lokal karena sudah berabad – abad tinggal di Indonesia , karena proses asimilasi dan stratifikasi yang diterapkan kembali oleh pemerintah orde baru menjadikan para pribumi tidak tertarik untuk menerima mereka secara utuh dan mereka tetap diperlakukan seperti pendatang

Bahkan warga negara China yang dinaturalisasi menghadapi peraturan ketat, meskipun hubungan bisnis yang nyaman antara para pemimpin China dan pejabat dan birokrat Indonesia. Kekerasan berkala yang ditujukan terhadap orang-orang Tionghoa dan harta benda juga terjadi. Sentimen inipun ditujukan karena sikap anti komunis yang memang selalu digaungkan pada masa orde baru. (Bersambung) Salam Kedaulatan Rakyat

Sumber : Status Facebook Tito Gatsu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed