by

Tuhan Tidak Punya Agama

Oleh : Sami Mawon

Mereka boleh membunuh/Sebab mereka kulit putih/Dan Kristus pengasih putih wajah (sajak “Afrika Selatan” karya, Subagio Sastrowardoyo).Nelson Mandela adalah korban dari rezim Apartheid yang berkuasa di Afrika Selatan. Pemerintahan yang menerapkan politik rasial-diskriminatif yang memisahkan hak dan kewjiban antara ras kulit putih dan kulit hitam yang di sahkan dalam undang-undang.Karena memperjuangkan penghapusan system apartheid dan menuntut kesataraan dan persamaan hak, Nelson Mandela harus merasakan dinginnya penjara selama hampir 27 tahun.

Nelson Mandela berasal dari keluarga Kristen yang taat dan rezim kulit putih yang memenjarakan itu juga para penganut agama Kristen. Disini terlihat jelas, agama hanya jadi hiburan di kedua pihak ras putih dan ras Hitam, tapi tak punya kemampuan untuk menjembatani diskriminasi yang terjadi. Abai dengan penindasan yang terjadi.Dan ketika rezim apartheid runtuh dan Nelson Mandela jadi penguasa, beliau tidak sakit hati atau balas dendam. Justru dengan jiwa besar beliau mengupayakan rekonsiliasi antar ras hitam dan ras putih untuk bersama membangun Afrika Selatan.

Dan ini menariknya, yang mempengaruhi kebesaran jiwa Nelson Mandela itu adalah orang beragama Hindu, bernama Mahatma Gandhi. Gandhi yang terkenal dengan ajarannya Ahimsa (tanpa kekerasan). Itulah tokoh idolanya Nelson Mandela.Sementara di Pakistan ada seorang Muslim yang taat, bernama Abdul Gaffar Khan (lahir tahun 1890). Walaupun Muslim dia dijuluki sebagai “Gandhi Di Garis Depan”.Izzat!. Adalah kata paling menggetarkan di pegunungan perbatasan Pakistan-Afganistan tempat Abdul ghafar khan di lahirkan.

Semacam kata seruan untuk mempertahankan kehormatan dengan kekerasan. Kultus terhadap balas dendam menguasai peri laku mereka.Khan tampil dengan pengecualian. Budaya kekerasan itu menurutnya justru jadi pengganjal kemajuan mereka sendiri. Maka beliau kemudian mendirikan sekolah, juga membentuk pasukan tapi tanpa senjata. Siapa saja yang mau bergabung tidak boleh kelahi dan harus bersumpah, “………….Karena Tuhan tak perlu dilayani, sementara melayani ciptaanNya, berarti melayani Nya. Aku berjanji akan melayani manusia atas namaNya.”Abdul Gaffar Khan bukan penjahat, tapi seperti Nelson Mandela beliau juga kenyang di penjara oleh penguasa Pakistan yang Muslim.

Dan yang lebih tragis-ironis tentu nasib Gandhi sendiri, beliau tewas di tembak oleh orang Hindu sendiri dari kasta tertinggi.Nelson Mandela yang Kristen dipenjara oleh orang Kristen, Abdul Gaffar khan yang Muslim di penjara oleh orang Islam, dan Gandhi yang Hindu ditembak oleh orang Hindu sendiri. Dimana peran agama?. Tapi tiga orang yang berbeda agama itu, justru bisa saling menghormati dan menginspirasi. Kenapa bisa begitu? Karena dalam beragama mereka tidak berhenti pada gebyar syariat dan symbol-imbolnya belaka, tapi mereka bisa menukik ke dalam subtansi ajaran agamanya itu. Di kita dikenal sebagai ajaran ketuhanan YME.Siapapun yang sudah bisa sampai di subtansi ajaran keTuhanan, pasti akan bisa hidup dalam BHINEKA TUNGGL IKA.

Dan mereka juga menjadi manusia yang penuh rasa KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB. Walaupun beda suku, ras, agama dan terpisah jarak geografis yang jauh seperti tiga orang besar diatas.Oh ya, lalu siapa tokoh idola yang sangat menginspirasi dan di hormati oleh Mahatma Gadhi ?. Ternyata Idola Gandhi adalah seorang anak bangsawan dari Russia yang di masa mudanya di habiskan untuk berkelahi, mabuk-mabukan dan berjudi. Baru setelah dia masuk dinas ketentaraan dan melihat langsung kekejaman manusia dalam membantai-bunuh sesamanya, diapun putar haluan menjadi penulis, dan lahirlah karya besarnya yang berjudul WAR AND PEACE.

Tapi dia juga mengkritik kemunafikan dan kesombongan orang-orang gereja, seperti yang dia tulis dalam cerita pendeknya yang berjudul Bapa Sergius dan Tiga Pertapa.Akibat tulisannya itu, diapun ditendang keluar dari gereja. Tidak jelas apa agama orang ini jadinya. Tapi dunia, khusus nya dunia sastra sangat menghormatinya sebagai seorang humanis universal. Dan sastrawan besar ini bernama, Leo Tolstoy!. Jangan nilai seseorang dari agamanya, tapi nilailah dari rasa kemanusiaannya, maka kau akan bisa memahami; Kenapa orang religius seperti Mahatma Gandhi bisa punya idola justru orang yang tidak jelas apa agamanya semacam Leo Tolstoy. Karena memang benar yang diucap oleh Gadhi sendiri; Tuhan itu tidak punya agama!

Sumber : Status Facebook Sami Mawon

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed