by

Tarung Hukum Antar Pendekar

Oleh : Herry Soebhiantoro

Hari ini ada berita menarik yaitu Luhut Binsar Panjaitan/LBP melaporkan Haris Azhar dan Fatia Kontras/SJW ke polisi baik secara pidana atau perdata atas hoax yang mereka lakukan. Seperti biasa pihak terlapor sibuk bangun narasi di media yang bernada pembelaan diri walau sekaligus juga bernada ketakutan.Pengacara SJW menyatakan : “Jadi pejabat kok tipis kupingnya ?, menggunakan aparat negara untuk membungkam suara kritis”.

Narasi yang dibangun selalu membingkai Korban sebagai pihak yang anti kritik.Sangat janggal kalau SJW yang praktisi hukum tidak tahu bahwa hoax dibilang suara kritis, lagi pula lapor polisi justru bagus karena hukum menjadi jalan untuk memperoleh keadilan. Tidak seperti zaman orba dimana pejabat yang tersinggung akan main ciduk, bahkan korbannya bisa raib tanpa bekas.

Saya pribadi menganggap pelaporan LBP ini bagus dan tepat sekali supaya kelompok SJW mulai belajar banyak dan menyadari bahwa mereka bukan pihak yang selalu benar dan seolah olah sejauh ini demokrasi di Indonesia maju karena jasa mereka. Mereka juga harus belajar bersikap fair dan beradab – sekali kali bertarung di ranah hukum di pengadilan. Supaya tuntas dan ada keputusan hukum yang pasti.

Dan publik mendapat pelajaran serta literasi ilmu hukum yang sangat mendasar dan bermanfaat bagi pembangunan hubungan sosial yang sejuk dan damai. Juga untuk mempererat kohesivitas sosial sambil ber demokrasiMari kita saksikan bersama kelanjutan kasusnya di panggung pengadilan

Sumber : Status Facebook Herry Soebhiantoro

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed