by

Radikalisme Menggerus Nasionalisme

Oleh : Mbah Toyib

Kalangan terpelajar di kampus dijadikan sasaran untuk mendukung proyek jangka panjang kaum Radikal anti Pancasila & NKRI, yakni menguasai dan memengaruhi generasi masa depan. Begitu mereka bisa menguasai mahasiswa kelas menengah di universitas papan atas serta ternaman, itu bisa menguasai generasi yang akan datang karena mereka sebenarnya sedang menanam benih ideologi Khilafah.

Mereka memiliki cara cerdas untuk menyosialisasikan ideologi organisasi kepada kalangan terdidik. Untuk kalangan terdidik ini kaum radikal biasanya tak langsung merangkul lewat dakwah keagamaan, melainkan melalui kegiatan organisasi mahasiswa atau seminar. Mereka memulainya dengan membungkus isu-isu strategis yang bersangkut paut dengan kepentingan orang banyak seperti isu pangan dan neoliberalisme. Baru kemudian mereka masuk pada pengenalan organisasi.

Dari situlah mahasiswa kemudian tertarik, lalu terperangkap serta terdoktrin secara masif.Bahwa memudarnya rasa nasionalisme pada mahasiswa menjadi faktor utama mereka mudah dipengaruhi oleh paham yang bertentangan dengan Pancasila, baik yang diusung oleh kelompok radikal ataupun organisasi lain yang sejenis. Tidak peduli setinggi apapun pendidikan si mahasiswa ituHilangnya rasa kebangsaan tersebut, disebabkan oleh efek globalisasi yang mengubah gaya hidup anak muda.

Faktor lain adalah membengkaknya sentimen kelompok yang mengarah pada agama dan etnisitas, serta pendidikan. Untuk menghalau serbuan paham-paham semacam khilafah seperti yang diusung oleh para radikal, dibutuhkan sebuah kesadaran dari mahasiswa dan dosen akan tanggung jawab untuk ikut membangun bangsa.

Kesadaran itu dapat dibangun dengan memberi ruang yang luas kepada dosen dan mahasiswa untuk berdiskusi terkait bagaimana memberikan kontribusi yang mamfaat kepada masyarakat melalui ilmu yang mereka pelajari. Jangan hanya belajar untuk pengetahuan, tapi juga pengetahuan untuk bangsa. Dosen Ilmu eksakta, Ilmu sosial, Ilmu humaniora dan sebagainya harus memahami bahwa pengetahuan yang ia kembangkan dapat berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Di tengah arus globalisasi yang rentan menggerus rasa nasionalisme, pemerintah sebenarnya bisa berharap dan mengandalkan peran masyarakat pedesaan. Mereka dapat menjadi pilar memperkuat kembali nasionalisme lantaran belum terjangkit penyakit individualisme akut seperti diidap kalangan terdidik atau kelas menengah yang tinggal di kota-kota besar.

Nilai-nilai seperti gotong royong dan persaudaraan yang masih tertanam di pedesaan, merupakan modal penting untuk mulai menumbuhkan lagi rasa kebangsaan. Justru orang kota yang hilang sensitivitasnya tentang nasionalisme. Tercermin dari ekspresi kegotongroyongan yang menurun dan individualisme.

Sumber : Status Facebook Mbah Toyib

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed