by

Prabowo Stagnan, Ganjar Naik Tajam

Oleh : Suroto

– Survei SMRC, Saiful Mujani Research & Consulting merilis hasil survei nasional Pemilihan Presiden 2024 periode Desember 2021. Saat ini Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo pada posisi imbang. Tapi jika melihat tren elektabilitas sejak Maret 2020, Prabowo cenderung stagnan, sedangkan Ganjar Pranowo naik sangat tajam. Pada Desember 2021, pada pertanyaan semi terbuka, Prabowo mendapat dukungan paling tinggi 19,7%. Sedangkan Ganjar sedikit lebih rendah yakni 19,2%. Namun keunggulan Prabowo tidak signifikan karena masih jauh dibawah margin error.

Sehingga antara Prabowo dan Ganjar bisa dikatakan seimbang.Namun jika melihat tren elektabilitas pada Maret 2020 ke Desember 2021 dukungan pada Prabowo ternyata cenderung stagnan dari 19,5% menjadi 19,7% atau hanya naik 0,2%. Sementara Ganjar terus menguat. Pada Maret 2020 elektabilitas Ganjar hanya 6,9%, sedangkan Desember 2021 melejit hingga 19,2% atau naik sekitar 12%.Sedangkan Anies Baswedan hanya naik sedikit dari 10,1% menjadi 13,4%, Sandiaga Uno malah menurun banyak dari 7,3% menjadi 3,5%.

Sementara dukungan untuk Ridwan Kamil dan AHY tidak banyak berubah (perubahan di bawah 1%).Dalam simulasi pilihan tertutup terhadap 15 nama, Prabowo dan Ganjar juga mendapat dukungan hampir sama. Yakni 22,7% dan 22,5%. Sementara Anies Baswedan 15,2%, AHY 5%, Ridwan Kamil 4,3%, Sandiaga Uno 4,2%, dan nama- nama lain di bawah 3%. Yang belum tahu 14,7%.Sama dengan pertanyaan semi terbuka, tren elektabilitas Ganjar juga naik tajam. Dari Oktober 2020 ke Desember 2021 dukungan kepada Ganjar naik dari 11,7% menjadi 22,5%. Sementara dukungan kepada Prabowo tidak banyak berubah, dari 22,2% hanya naik sedikit ke 22,7%.Yang menarik, SMRC juga meneropong bahwa elektabilitas Ganjar Prnowo masih sangat mungkuin naik lebih tinggi.

Sebab tingkat popularitas atau persentase orang yang tahu dan mengenal Ganjar masih di angka 67% . Sementara tingkat kesukaan pada Ganjar menccapai 86%.Ini berbeda dengan Prabowo Subianto yang bisa dikatakan popularitasnya sudah mentok. Saat ini Prabowo sudah dikenal oleh hampir semua pemilih atau mencapai 96%. Namun tingkat kesukaan pada Prabowo hanya 71%. Dalam posisi ini, hampir tidak mungkin Prabowo meningkatkan elektabilitasnya karena orang yang tidak suka padanya sangat banyak.

Mengenai tingkat kesukaan, Ganjar Pranowo tidak hanya lebih tinggi dari Prabowo. Tapi ternyata lebih disukai dari semua calon. Kita lihat Anies Baswedan popularitasnya sudah tinggi 86% tapi tingkat kesukaan hanya 74%. Sedangkan perbandingan popularitas dan tingkat kesukaan calon lainnya: Sandiaga 80%, 80%, Khoffifah Indar Parwansa 51%, 81%, dan Ridwan Kamil 66%, 80%.Nah, bagaimana jika dibuat simulasi dengan mengandaikan semua pemilih tahu semua calon? Sebab asumsinya, nanti ketika Pilpres, semua pemilih akan sudah mengenal semua calonnya. Hasilnya, dalam simulasi semi terbuka 43 nama, Ganjar mendapat dukungan terbesar 27,9%, selanjutnya Prabowo 15,1% dan Anies 14,7%.Jika jumlah calon dikurangi menjadi 15 nama, keunggulan Ganjar lebih besar menjadi 32,2%, disusul Prabowo 17%, Anies 16,3%.

Keunggulan tajam Ganjar dalam simulasi ini menunjukan bahwa Ganjar lebih mampu menarik pemilih calon-calon selain Prabowo dan Anies.Hal yang menarik lain dari survei SMRC adalah bahwa hanya Ganjar Pranowo lah yang mampu menyaingi Prabowo Subianto. Bahkan jika pemilihan presiden diadakan sekarang dan calonnya adalah Ganjar Pranowo melawan Prabowo Subianto, maka Ganjar akan unggul dengan 42% berbanding 40% yang memilih Prabowo.Bahkan jika Ganjar tidak dicalonkan PDIP pun, Ganjar tetap lebih unggul dari Prabowo. SMRC mencatat, Jika Ganjar Pranowo (dengan wakil siapapun) melawan Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Puan Maharani dari PDI Perjuangan, ada 41% yang akan memilih Ganjar Pranowo, sementara 40% tidak akan memilih Ganjar Pranowo

Kesimpulannya, pertama ada kecenderungan Ganjar di atas Prabowo bila calon hanya mereka. Kedua, hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa elektabilitas Ganjar tidak terpengaruh oleh pencalonan Prabowo-Puan yang didukung PDIP sekalipun. Dengan kata lain, ada atau tidak adanya PDIP tidak menggoyahkan pemilih untuk memilih Ganjar.

Sumber : Status Facebook Suroto

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed