by

Benarkah Jokowi Lebih Dekat Prabowo Dibanding Ganjar?

Oleh : Ahmad Topeng

Prabowo kembali mendeklarasikan rencana pencalonan presiden pada 2024. Meski bukan hal yang istimewa, banyak pihak yang mengaku tidak habis pikir kenapa kegagalan 3 kali dalam pertarungan calon presiden tidak membuatnya introspeksi diri. Yang jelas keyakinan Prabowo bahwa Pilpres mendatang bakal memenangkan pertarungan hanyalah pendengaran yang disampaikan oleh orang-orang terdekatnya.

Disisi lain, niatnya Prabowo bertarung dalam Pilpres juga mendapat angin segar dari salah satu Ketua DPP PDIP, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul. Pacul menyebut Jokowi lebih dekat dengan Prabowo dibandingkan dengan Ganjar. Benarkah demikian? Seriuskah pernyataan tersebut? Tidak ada kepentingan apapun kah pernyataan tersebut dilontarkan.

Sepertinya Bambang Pacul sadar diri bahwa menggembosi Ganjar dengan mendown grade tak membuahkan hasil. Pun termasuk mencoba mengangkat citra Puan Maharani sama sekali tidak berdampak signifikan. Bahkan dari banyak survey capres, hampir tidak ada nama Puan diurutan 5 besar Capres potensial atau mendapat elektabilitas signifikan. Inikah yang membuat Pacul memutar otak dan berusaha mempertentangkan dengan capres lain?

Ganjar Pranowo sendiri meski hingga detik ini tidak pernah sekalipun menyatakan berniat menjadi Capres, makin hari pendukungnya makin banyak. Ini memperlihatkan bahwa pria nomor satu di Jawa Tengah tersebut benar-benar dikehendaki oleh masyarakat sebagai pembawa estafet presiden berikutnya. Bila dikembalikan pada lontaran Pacul bahwa Jokowi lebih dekat dengan Prabowo dibandingkan dengan Ganjar harus dilihat lebih dalam.

Bisa secara fisik, memang Presiden Joko Widodo lebih dekat dengan Prabowo sebab dia merupakan Menteri Pertahanan yang lebih sering bertemu fisik dan banyak membicarakan progress yang telah dilakukan. Namun bila dalam hal kesesuaian perspektif, visi dan bagaimana mendengar rakyat ya belum tentu. Berapa kali Jokowi dan Ganjar bertemu? Siapa yang diajak presiden ketika bertemu relawan? Siapa yang ditunjuk-tunjuk ketika banyak masyarakat memanggil nama presiden?

Coba kita cek, dengan posisi masing-masing saat ini, siapa yang lebih banyak berbicara dengan masyarakat? Siapa yang lebih banyak membantu menyelesaikan problem yang dihadapi rakyat? Siapa yang punya pengalaman mengatur bawahan sipil? Mengatur negara itu berbeda dengan mengatur militer. Mengapa? Sebab militer itu bekerja dengan sistem komando. Tidak ada persepsi di kepala militer itu soal demokrasi. Apa yang akan terjadi jika militer memimpin negara di tengah perkembangan dunia yang lebih demokratis?

Lalu apa maksud Pacul mengatakan Presiden lebih dekat Prabowo dibanding Ganjar? Puan sudah tidak masuk hitungan sebagai Capres potensial?

Sumber : Status Facebook Ahmad Topeng

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed