by

Para Provokator,Buatlah Tuhan Tersenyum

Oleh : Gantyo Koespradono

HARI ini, Minggu (25 Juli 2021) adalah hari terakhir pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.PPKM level tersebut akan dilanjutkan atau tidak, kita tidak tahu.Yang pasti, angka jumlah kasus positif covid-19, sudah melandai dalam kisaran 40.000-an. Sebelumnya pernah mencapai di atas 50.000-an. Para penjahat covid-19 alias covidiot yang berusaha menunggangi PPKM untuk menjatuhkan dan mendiskreditkan pemerintahan Jokowi terus bergentayangan.Bersyukur, berkat kasih dan penyertaan Allah atas negeri ini, demonstrasi “End Game Jokowi” pada 24 Juli yang diinisiasi para bohir dan provokator tidak jadi berlangsung.

Sebagaimana kita ketahui berdasarkan informasi yang berkembang di media arus utama dan media sosial, aksi busuk mereka terbongkar sebelum hari H. Sebagian para provokator demo yang “goal”-nya ingin mencopy-paste kerusuhan Mei 1998 ternyata para mahasiswa yang disebut Ade Armando sebagai “dungu keterlaluan” (lihat video di bawah). Terus terang saya tidak tega mengatakan anak-anak muda itu dungu.Menurut saya, lebih pas kalau mereka saya sebut sebagai “belum tahu”, sehingga mereka perlu — dan masih ada kesempatan — untuk belajar agar menjadi orang baik yang berguna bagi sesama.

Ya, bagi sesama. Bukan bagi bohir yang diakui atau tidak sengaja ingin merusak negeri ini dengan mendompleng pandemi covid-19. Semoga hari-hari ini, anak-anak muda itu bisa melihat dan merenungkan begitu banyak warga masyarakat yang di masa pandemi ini membantu sesama dengan :

1. Membuka dapur umum untuk menyiapkan makanan bagi korban covid yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

2. Memberikan makanan gratis kepada para isoman.

3. Menyiapkan tempat isoman bagi para penyintas covid (banyak dilakukan oleh sekolah, gereja, dll).(Catatan: gereja kami di Tangerang juga sedang menyiapkan ruangannya untuk mereka yang kebingungan mencari tempat yang aman karena ada anggota keluarganya yang positif covid).

4. Membantu pemerintah dengan membuka sentra-sentra vaksinasi di berbagai tempat.

5. Meminjamkan tabung oksigen secara gratis. (Catatan: satgas covid wilayah gereja kami mendapat pinjaman tabung oksigen tersebut. Terima kasih buat yang meminjamkan. Tuhan membalas kebaikan kalian).

6. Terus melayani dan memberikan perawatan kepada pasien covid meski dengan risiko tinggi terpapar covid (para perawat, dokter, relawan, petugas makam, pengemudi ambulans, dll).

7. Berdonasi untuk para penyintas covid lewat berbagai organisasi, seperti benihbaik.com dan sebagainya.

8. Berdoa dengan khusuk memohon kepada Tuhan Yang Mahakasih agar menyegerakan pandemi covid-19 selesai. Saya percaya ini pasti dilakukan oleh Presiden Jokowi dengan deraian air mata dan mereka yang anggota keluarganya terpapar covid).

9. Lain-lain (silakan isi jika teman-teman, pembaca ingin menambahkan dalam kolom komentar).

Halo, kalian yang beberapa hari lalu telah memprovokasi warga masyarakat untuk membuat keonaran terkait PPKM. Renungkanlah. Tengoklah ke atas. Di sana ada Makhluk yang siap menerima maafmu. Bersujudlah. Buatlah Tuhan tersenyum karena kalian telah menyingsingkan lengan baju membantu sesama di masa pandemi.Percayalah, Tuhan terus menyertai kalian dalam mengarungi kehidupan ini.Salam sehat untuk kita semua.[]

https://youtu.be/eAIRtwx-43Y

Sumber : Status Facebook Gantyo Koespradono

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed