by

Pagebluk

Oleh : Budi Santosa Purwokartiko

Ketika di awal perkembangan virus covid, orang mulai mempertanyakan apa peran sains dalam bencana ini. Pelan namun pasti segera dihasilkan berbagai vaksin untuk mengurangi penyebaran covid. Juga masker, ventilator, obat kimia , vitamin dan obat herbal yang ditemukan untuk mengobati atau memperkuat imun tubuh sehingga mampu menghambat perkembangan covid.

Sampai saat ini jumlah korban meninggal di level dunia sekitar 3,3 juta. Di tengah populasi dunia yang mencapai 7,8 Milyar angka itu relatif rendah dibanding korban Flu Spanyol yang mencapai hingga 75 juta pada tahun 1918-1920. Sementara jumlah populasi dunia pada 1920 sekitar 1,9 Milyar. Apa yang memperkecil jumlah kematian? Mungkin keganasan virus covid sendiri tidak seganas flu Spanyol pada 1918.

Tapi kalau diasumsikan ganasnya sama maka kemungkinan yang kedua ini yang terjadi. Yaitu karena kemajuan teknologi kedokteran, kesehatan, pengobatan dan juga teknologi informasi dan komunikasi. Dengan kemajuan teknologi sebagai produk sains, penyebaran virus bisa diminimalisir. Juga pengobatan bagi yang sudah terserang bisa lebih baik. Penanganan oleh rumah sakit dan tenaga medis juga jauh lebih baik dibanding apa yang dilakukan tahun 1918-1920. apalagi saat itu dunia baru saja dilanda Perang Dunia I.

Kemajuan ICT juga ikut menunjang pengatasan virus covid yang berujung pada pengurangan korban.Menarik bahwa menurut estimasi awal ada sekitar 1,5 juta korban meninggal di Hindia Belanda pada serangan flu Spanyol itu. Belakangan dikoreksi kira-kira ada 4,37 juta kematian di pulau Jawa pada serangan flu itu. Korban terbesar terjadi di Pulau Madura. Karisidenan terkecil korban adalah Besuki dan Priangan (Bandung dan sekitarnya).

Jumlah yang sangat besar jika dibanding populasi Hindia Belanda yang saat itu masih dibawah 60 juta (sensus 1930, kira2 60 juta penduduk Nusantara, tahun 1898 ada kira-kira 35 juta penduduk Nusantara, 28 juta di Pulau Jawa). Bisa dibayangkan bagaimana kondisi saat itu. Ketika fasilitas pengobatan masih minim, sarana komunikasi belum berkembang. Maka pagebluk menewaskan begitu banyak orang di pulau Jawa, yaitu 4,37 juta.Jelaslah bahwa kemajuan sains dan teknologi telah berhasil menyelamatkan banyak nyawa dan kehidupan ketika wabah, pandemi atau pagebluk menyerang.

Sumber : Status Facebook Budi Santosa Purwokartiko

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed