by

Nepotisme

Oleh : Agung Wibawanto

Mantan Simbah, eh… eks Ketua MPR Amien Rais pernah mengkritik majunya Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Menurutnya, ada andil besar Presiden Joko Widodo (Jokowi), sehingga banyak partai mendukung keduanya.

“Nepotisme yang dilakukan oleh Jokowi untuk mendongkrak anak sulungnya di Solo dan menantunya di Medan cukup memalukan,” ujar Amien di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Maaf nih, maaf. ๐Ÿ™๐Ÿ™ Bukan bermaksud apa-apa. Beliau guru saya, makanya saya cuma ingin belajar mengikuti teori politiknya soal nepotisme. Saya sudah baca berulang kali, dan saya coba ke berita yang teraktual ngetrendnya.

Soal anaknya Mbah Amien sendiri yang katanya mengalami gangguan jiwa. Dikabarkan, AMR (anaknya itu) sering mengonsumsi obat-obatan dan minuman keras. Tidak hanya ART nya mendapat perlakuan kasar, tetapi juga mantan istrinya yang menjadi korban KDRT.

Kini AMR tengah menjalani terapi pengobatan ke psikolog dan psiater. Nah, kira-kira, teori nepostisne yang disampaikan Simbah kuwi pas gak ya untuk kasus AMR? Saya hanya mengutip berita dan ucapan beliau (disesuaikan)… ๐Ÿค—

Ada andil besar Amien Rais, sehingga banyak orang mendukung AMR (menjadi terganggu jiwanya). “Nepotisme yang dilakukan oleh AR untuk menjadikan anaknya seperti itu, cukup memalukan.” Gimana dong? Bukankah istilah nepotisme itu untuk dunia politik? Anake Simbah juga berprofesi politikus.

AMR berperilaku secara pribadi, gak ada kaitannya dengan Simbah. Masa? Kalau Gibran jadi walkot Solo, ada kaitannya dengan Jokowi? Ya, pasti orang akan melihat koneksitas makanya bisa terpilih. Bagaimana koneksitas AMR dengan Simbah?

Karena AMR anaknya Simbah, pasti orang tidak ada yang berani ngeloke (mengingatkan). Dan biasane pada yakin, klo ortunya cakep, maka anake pasti cakep, apalagi sama-sama membawa nama ‘Rais’. Simbah itu terhormat lho.

Profesor, guru besar, mantan ketua MPR, pendiri dan sesepuh PAN juga UMMAT. Ilmu agamanya mumpuni, tokoh oposisi nasional, apalagi? Siapa yang tidak mengenal? Dan siapa yang tidak sungkan dengan anak-anaknya? Ya, itulah hubungan anak-bapak.

Gibran dan Bobby yang dibilang Simbah kini berkontribusi dan berkarya nyata membangun kota nya masing-masing menjadi lebih baik. Begitupun dibilang memalukan, nah bagaimana dengan pasien gangguan jiwa? Apa istilahnya di bawah memalukan?

Eh, yang memalukan itu orangtuanya atau anaknya sih? Anak polah, bopo kepradah… ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed