by

Pembelajaran Peristiwa Karbala

Oleh : Ismail Amin Pasannai

Orang-orang seperti ini banyak… mereka bisa jadi ketua ormas Islam, pengasuh pesantren, pembina kelompok-kelompok pengajian, muallim di madrasah diniyah, penceramah di mimbar-mimbar masjid yang dengan mulut berbusa mengklaim diri mencintai keluarga Nabi tapi terkait tragedi Karbala yang menyebabkan terbunuhnya cucu Nabi secara tragis, mereka dengan entengnya menyebut itu sudah jadi takdir dan ketentuan Allah Swt, jadi mari diterima saja…

Firaun, Namruz, Samiri, Bal’am, Abu Lahab dll sudah jadi takdir dan ketentuan Allah menjadi musuh-musuh para Nabi dan mati dalam keadaan kafir, tapi meski demikian Allah Swt memerintahkan untuk mereka dilaknat, sehingga mereka dilaknat bukan hanya oleh manusia, tapi juga oleh seluruh malaikat…

Artinya apa? ya jangan hanya terima saja takdir itu, ada kewajiban yang kemudian menyusul dari sebuah kejadian dan peristiwa yang biadab, yaitu melaknat pelakunya, pendukungnya termasuk yang sengaja mendiamkan… dan agar umat menjadi waspada terhadap propaganda dan konspirasi dibalik terjadinya peristiwa Asyura, makanya perlu tragedi ini dikenang dan diceritakan… sebagaimana bangsa Indonesia membangun kewaspadaan pada bahaya laten komunisme dengan memperingati peristiwa G30S/PKI…

Sebagaimana lemparan batu Nabi Ibrahim pada Iblis yang menggodanya diabadikan dalam ritual melontar jumrah agar peristiwa itu selalu mengingatkan bahwa Iblis adalah musuh abadi orang-orang beriman…

Bukan tanpa alasan Allah Swt mewajibkan menyertakan Ahlulbait pada salawat kepada Nabi Muhammad saw… itu agar kau punya empati setidaknya etika pada keluarga Nabi…

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed