by

Gemoy Itu Pembodohan dan Penghinaan Akal Sehat

Oleh : Seruan Hulu

Sesungguhnya, diksi “gemoy” yang kerap dinarasikan oleh pendukung salah satu pasangan capres cawapres itu adalah pembodohan dan penghinaan terhadap akal sehat anak-anak muda (Milenial & Gen Z).

Sebab, mereka berpandangan bahwa Milenial dan Gen Z itu hanya mampu berpikir tentang hal-hal yang viral-viral saja, tentang hal-hal yang menggemaskan, tentang hal-hal yang lucu, dan tidak mampu berpikir kritis tentang hal-hal serius dan berkualitas. Apalagi bicara tentang persoalan bangsa. Itulah pandangan mereka.

Ini jelas pembodohan dan penghinaan terhadap akal sehat, bukan?

Sebab, seperti yang kita ketahui bahwa Milenial dan Gen Z itu justru memiliki pola berpikir yang sangat kritis dan juga kepekaan terhadap persoalan-persoalan serius.

Buktinya saja, ketika kondisi demokrasi bangsa ini berada di titik yang tidak sedang baik-baik saja, seperti yang terjadi akhir-akhir ini, maka tak sedikit dari mereka yang bersuara dan menyampaikan kritik keras.

Jadi, sebaiknya berhentilah melakukan pembodohan dan penghinaan terhadap akal sehat, dan berhentilah merendahkan kualitas pola pikir anak-anak muda (Milenial dan Gen Z) dengan membranding capres yang kalian dukung itu dengan kata “gemoy”. Itu tidak baik.

Lagian bicara soal capres, yang diadu itu gagasannya, idenya, visi misinya, prestasinya, rekam jejaknya, bukan “gemoy” nya, apalagi jogetnya.

Menyelesaikan persoalan bangsa ini tidak bisa disederhanakan hanya dengan kata “gemoy”, pun juga tidak bisa hanya dengan joget-joget. Tetapi menyelesaikan persoalan bangsa ini, butuh program kerja yang jelas, dan gagasan yang pasti.

Kalau tidak mampu, ya mundur saja. Jangan membodohi akal sehat dan merendahkan kualitas pola pikir anak-anak muda (Milenial & Gen Z). Sesederhana itu.

Sumber :

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed