Menyikapi Terorisme Di Rutan Mako Brimob

Begitu pula dg isu anti-Amerika Serikat (US). Benar bahwa sejarah terorisme modern berkaitan erat dg peran US pada masa perang dingin dg Uni Soviet yg meradikalkan sebagian kecil umat Islam atas nama perjuangan anti-Soviet. Benar pula, bahwa saat ini pengaruh US kpd semua pemerintah dan negara di seluruh penjuru dunia itu eksis.
 
Tapi sungguh sebuah kebodohan jika terorisme atas nama Islam di negeri kita digambarkan sebagai sebuah garis lurus perintah/koordinasi antara US, Indonesia, dan terorisme itu sendiri, dg mengabaikan faktor-faktor lain yg sangat kompleks dan rumit. Mengapa bodoh? Karena tidak mau berpikir menguraikan persoalan yg sesungguhnya dan memilih sebodoh-bodohnya sikap: memosisikan diri sbg korban kemudian menunjuk orang lain sbg pelaku, dg kata “pokoknya” sbg penekanan.
 
Sungguh sikap yg bertentangan dg ajaran al-Qur’an tentang anjuran utk berubah dg ikhtiarnya sendiri.
 
Maka mari bersama-sama, kita berusaha menjalankan Islam dg baik dan benar sembari terus memberikan kontribusi terbaik bg bangsa dan negara melalui kritik konstruktif yg solutif sbg bentuk nyata ikhtiar utk meningkatkan kualitas kehidupan umat manusia.
 
Terakhir, sy ingin mengingatkan pentingnya sebuah institusi negara dlm kehidupan keagamaan dan spritualitas umat, pada konferensi internasional ulama thariqah sedunia bertemakan “Bela Negara: Konsep dan Urgensinya menurut Islam”, di Pekalongan 2016 yg lalu.
 
Hasilnya ada sembilan poin penting. Empat di antaranya akan sy kutip sbg penutup tulisan ini:
 
Pertama, negara adalah tempat tinggal di mana agama diimplementasikan dalam kehidupan.
 
Kedua, bernegara merupakan kebutuhan primer dan tanpanya kemaslahatan tidak terwujud.
 
Ketiga, bela negara adalah di mana setiap warga merasa memiliki dan cinta terhadap negara sehingga berusaha untuk mempertahankan dan memajukannya.
 
Keempat, bela negara merupakan suatu kewajiban seluruh elemen bangsa sebagaimana dijelaskan Al-Quran dan Hadis.
 
Demikian, semoga bermanfaat.

Sumber : Status Facebook Ahmad Rahma Wardhana

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *