by

Maju Terus Sultan

Oleh : Herry Tjahjono

Wakil Ketua Umum Partai Ummat Nazaruddin mengritik upaya memupuk nasionalisme pemerintah DIY melalui kewajiban memutar lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB dan wajib berdiri tegak dengan sikap hormat.

“Kebijakan ini menurut saya prematur, tanpa studi terlebih dahulu. Jadi upaya memupuk nasionalisme lebih bersifat simbolis dan tidak substantif,” katanya…….Saya ingin membantahnya. Semua bisa dimulai dari upaya yang bersifat simbolis, dan pelahan menuju yang susbstantif. Upaya simbolis menjadi penting sebab sekarang negeri kita juga dibanjiri simbol-simbol lain tak bersinggungan dengan nasionalisme.

Bahkan ada yang ingin menganggu nasionalisme (dan NKRI). Apa yang salah dengan upaya memupuk nasionalisme atau cinta tanah air melalui cara-cara simbolis ? Anda masih ingat peristiwa memalukan seorang mantan menteri yang tak hapal lirik ketika menyanyikan Indonesia Raya ?

Kritikan semacam itu sah saja disampaikan, namun bagi saya kritikan tersebut justru yang tidak substansial. Maju terus Sultan…

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed