by

Kandidat Ketua Umum PBNU

Oleh : Tias

Tipikal ketua PB NU apa yang saya harapkan di masa depan? Adalah Ia yang mampu membawa kembali NU ke dalam kultur Indonesia! Zaman Jokowi, NU ditandai sebagai ormas keagamaan yang sangat strategis, bahkan menjadi wapres dan menempati berbagai posisi kementerian. Sumbangan datang dari mana-mana, NU menjadi kaya. Tetapi sampai kapan NU akan bertahan?

Jika perlahan pemikiran-pemikiran yang “kurang relevan,” semakin lama semakin memakan bukan hanya Nahdliyin, tetapi juga para Kyai Nu itu sendiri. Jarang Nyai NU yang mau kerudungan. Rata-rata jilbaban. Sedang mulut mereka terkunci ketika pelanggar norma hukum-kesusialaan justru meningkat di kalangan kaum jilbaban. Terus apa gunanya keilmuwan jika hidup dalam ketakutan?

Takut kalau tidak jilbaban maka tidak akan laku lagi itu pengajian. Rasa keindonesiaan menangis. Andai tidak dicegah, kita akan menjadi bangsa yang ke arab-araban yang konon bengalnya naudzubillah syaithan.

Toh tidak ada lagi yang akan kita pertahankan dihadapan Tuhan selain keyakinan yang berdasarkan pada keilmuwan bahwa jilbab itu hanyalah pilihan. Yang wajib adalah NU harus senantiasa menjaga kultur keindonesiaan sebagai rumah kebangsaan dengan agama dan kepercayaan yang beragam.

Sumber : Status Facebook Tias

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed