by

Jangan Takut Wahabi

Oleh : Mamang Haerudin

Wahabi (ini istilah untuk memudahkan saja ya, jangan diambil hati) yang saya maksud ciri-cirinya semakin beragam dan luas. Berikut ciri-cirinya: membid’ahkan tahlilan, maulidan, sedekah bumi, mengharamkan musik, mengungkit-ungkit dajjal, dan masih banyak lagi. Umumnya mereka selalu mengatakan bahwa mereka yang dekat dengan sunah Nabi. Apa yang dilakukannya sehari-hari, mulai dari cara berpakaian, berbicara, dan lainnya, selalu menekankan “sama seperti Nabi.”

Pantas saja ya kalau mereka yang Wahabi semakin mendapat tempat di sisi umat. Saya yang sedari kecil tumbuh dalam Islam yang lekat dengan tradisi tentu tidak terima. Apalagi saya adalah santri yang belajar langsung di Pesantren. Belajar langsung sumber-sumber rujukan Islam yang muktabar. Didukung pula oleh kealiman para ulama dan Kiai di Pesantren yang Islamnya senafas dengan apa yang saya amalkan sebelumnya di Desa.

Pantas saja kalau saya juga melakukan hal yang sama, semacam menebar “ancaman” agar Wahabi tidak punya tempat di hati umat Muslim di Indonesia. Tak terkecuali para da’i atau mubaligh yang terus mengancam keberadaan kelompok Muslim Wahabi di mimbar-mimbar khutbah Jum’at, majelis taklim dan tempat-tempat lain semacamnya. Saya pikir sampai sekarang masih banyak. Nah untungnya saya merasa bisa mengendalikan diri. Kalau cara berdakwah kita bernada mengancam, malah terkesan melemparkan kebencian, yang “menang” nanti mereka. Malah bisa mendapat posisi yang terzalimi.

Tahu sendiri kan kalau ada pihak yang terzalimi militansi dakwahnya semakin “ngegas” dan banyak dukungan. Entah persisnya kapan, yang pasti sampai saat ini saya dan saya pikir kita sekalian tidak perlu takut pada Wahabi. Kita harus mengubah edukasi dakwah kita ke akar rumput. Apalagi ini zaman media sosial. Sebab selain mahir dalam berbahasa Arab, mereka juga jago public speaking dan melek dakwah digital. Ini munjukkan bahwa metode dengan materi dakwah, lebih efektif metode, minimal untuk era digital seperti sekarang ini. Lalu bagaimana seharusnya dakwah kita terhadap Wahabi? (Insya Allah akan dilanjutkan pada bagian 2)Wallaahu a’lamMamang

Sumber : Status Facebook M Haerudin (Aa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed