by

Jaga Kiai Kita

Oleh: Erizeli Bandaro

Wapres mengatakan cukup banyak ulama dan pengasuh pondok pesantren yang menjadi korban COVID-19. Hingga 7 Juli 2021, menurut data Kementerian Agama, tercatat sebanyak 605 orang yang merupakan kiai, ulama dan pengasuh pondok pesantren yang meninggal dunia akibat COVID-19. Berita Ini sangat memprihatikan. Saya senang baca berita wapres mendukung program “Jaga Kiyai “. Itu artinya ada political Will pemerintah menjaga Kiyai.

Anda jangan lihat Kiyai atau ulama yang berpolitik atau seleb . Itu hanya segelintir saja. Jumlahnya bisa dihitung jari. Tetapi ulama yang berkerja dalam senyap itu banyak sekali. Mereka ada di ponpes, di desa dan ditengah masyarkat. Kebanyakan mereka hidup bersahaja dan tidak mendapatkan kekayaan dari ilmunya. Mereka punya usaha dan hidup mandiri.

Waktu bertemu dengan teman aktifis Islam, saya sempat berkata, mengapa para ulama tidak masuk program vaksin lebih dulu bagi mereka yang ada di frontline. Jumlah ulama dan Kiyai itu tidak sebanyak tentara atau guru sekolah. Apa lebih elok kalau mereka dimasukkan program vaksin awal. Teman saya berjanji akan sampaikan ke MUI dan Wapres.

Sementara para Kiyai dan ulama itu tidak bisa menutup rumahnya dari umat yang ingin bertemu. Tidak bisa menahan diri menjaun dari umatnya. Ibu saya ustadzah. Kami anak anaknya sampai buat pengumuman melarang orang datang ke rumah. Tetapi itu hanya sebentar. Selanjutnya ibu saya tidak bisa menolak tamunya. Mau gimana lagi?

Wafatnya para kiai dan ulama mempunyai arti sangat penting dan krusial bagi kehidupan umat. Rasulullah menegaskan bahwa ulama adalah pewaris para nabi. Oleh karenanya Rasul menegaskan wafatnya para kiai dan ulama sebagai musibah. Mereka adalah aset bangsa dan menjadi garda terdepan ketahanan nasional. Tolong NU dan Muhammadiyah lebih aktif menjaga para Kiyai itu.

Kita sebagai umat kalau benar mencintai Kiyai ya harus ikut menjaga. Janganlah sedikit sedikit panggil mereka. Biarkan mereka tenang di rumah ikuti program pemerintah dan disiplin menjaga jarak. Kalau bukan kita yang jaga ya siapa lagi. ?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed