by

Efpei Bin Pepe

Oleh : Haryo Setyo Wibowo

Efpei dan Pepe sejatinya ada di kuadran yang sama. Disebut punya watak sosial, padahal lebih seneng bentroknya. Berapa yg ga seneng efpei? Banyak! Berapa yang ga seneng Pepe? Banyak juga! Alasan utama ga seneng, ya karena sisi negatifnya. Sama. Beda kedok ideologinya saja. Kedua simpatisannya sama. Merasa ormasnya gada salah dan lebih banyak bermanfaat. Ya silahkan saja, ngaku-ngaku toh gratis.

Fakta lapangannya kan sering bertolak belakang. Saat mengemukakan pembubaran Pepe, Junimart Girsang pikirannya mungkin sama dengan orang yang meneriakkan bubarkan efpei. Apalagi dia wakil rakyat. Sederhana saja. Coba saja tanya kanan kiri kita, siapa saja yang butuh ormas petentang petenteng, punya pasukan pemukul, berwatak militeristik? Kalau jawabannya banyak yang membutuhkan, berarti negara ini bapuk betul.

Rakyatnya lebih percaya ormas dari pada pemerintah.Kalau pemerintah bisa tegas dengan efpei, sekarang apa yang menjadi ganjalan untuk memberikan perlakuan yang sama terhadap Pepe? Habislah kepercayaan publik kalo pernyataan resminya nanti “ini hanya oknum”, “negara akan menindak premanisme di tubuh ormas”, “Polri memahami kesalahpahaman yang berakibat seorang perwira dikeroyok”, Anggota DPR berdamai dengan Pepe”.

Kebiasaan lobi-lobi tingkat tinggi.Ya malah jadi gampang. Kita tinggal ‘ngepleh-epleh’ saja sembari mengamini ujaran agung, “Pepe, Efpei, dan ormas-ormas berseragam militer, dipelihara oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan Mbok Ginem….”Mat Dogol

Sumber : Status Facebook Haryo Setyo Wibowo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed