by

Otak yang Rusak

Oleh : Uttiek M Panji Astutie

Polresta Malang Kota menciduk 10 anak terduga pelaku pemerkosaan dan kekerasan kepada Melati (nama samaran) di Kota Malang pada Senin (22/11) malam. Wajah pelaku Y (18 tahun), warga Blimbing, Kota Malang, pun tersebar di media sosial, dan sudah dikonfirmasi kebenarannya. Pelaku pemerkosaan terhadap anak yatim berusia 13 tahun tersebut, termasuk satu dari 10 orang yang ikut diciduk polisi. [Republika, 24/11]Saya bergidik melihat si pelaku yang wajahnya viral di sosial media. Mukanya sangat kusam. Sorot matanya kosong. Rambut bagian depan dicat warna hijau.

Telinga di-piercing sehingga terlihat seperti “menganga” lebar. Semacam anak punk yang kalau kita bertemu di jalan pun pasti pilih menghindar.Salah satu faktor pemicu terjadinya pemerkosaan adalah adiksi pornografi. Mereka yang sudah kecanduan pornografi tak lagi bisa mengendalikan hawa nafsunya. Mirisnya di laman Dinas Kesehatan dipaparkan data tahun 2017 sebanyak 94% remaja telah terpapar pornografi. Angka tersebut meningkat menjadi 98% pada 2018. Ini artinya, nyaris tak ada lagi remaja yang tidak terpapar pornografi.

Dari mana mereka bisa terpapar? Berdasar survei Kementerian Kesehatan tahun 2017, tiga besar sumber pornografi adalah internet (57%), komik (43%), dan media sosial (34%).Bila sampai tingkat adiksi atau kecanduan, maka telah terjadi kerusakan parah di otaknya. Sama dengan kerusakan otak pada korban kecelakaan dan bahkan lebih rusak daripada kerusakan otak karena narkoba. Apa pasal? Karena adiksi pornografi menyebabkan kerusakan di lima bagian otak sekaligus. Di antaranya prefrontal cortex atau otak bagian depan.

Prefrontal cortex mempunyai fungsi penting sebagai pusat berpikir, perencanaan, emosi dan tanggungjawab. Pada bagian otak inilah yang membedakan manusia dengan binatang.Fungsi otak pecandu pornografi menurun. Jalur komunikasi di dalam otaknya terganggu. Fungsi otak yang terganggu itu adalah emosi, pemusatan perhatian, pergerakan, kecerdasan dan pengambilan keputusan. Gejala yang paling mudah terlihat adalah anak mengalami penurunan prestasi belajar, perubahan pola tidur, banyak teman yang tidak dikenal, emosional, banyak persoalan, hingga berdampak buruk bagi diri maupun lingkungan.

Islam secara tegas mengatur tentang perintah untuk menundukkan pandangan seperti yang tercantum dalam QS an-Nuur:30-31. Jadi jangankan melihat konten pronografi, bahkan sekadar melihatpun yang bukan haknya tidak diperbolehkan.Sebagaimana kisah Rasulullah SAW dengan sahabat Al Fadhl bin Abbas saat berhaji. Diriwayatkan seorang wanita datang ke Rasulullah SAW untuk menanyakan sesuatu. Al Fadhl melempar pandang kepada wanita tersebut, dan wanita itu pun melihat kepadanya. Saat Rasulullah SAW mengetahuinya, maka beliau memalingkan wajah Al Fadhl ke arah lain agar terhindar dari dosa. [Bulughul Maram hadis 732]. Jangan biarkan keluarga kita terpapar konten pornografi, karena pertanggung jawabannya di akhirat berat sekali! Salam,Uttiek

Sumber : Status Facebook Uttiek M Panji Astuti

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed