by

Beneran Gibran Siap Ikut Debat Pilpres?

Oleh : Harun Iskandar

Cerita berita untuk π˜”π‘–π˜­π‘™π˜¦π‘›π˜ͺπ‘Žπ˜­ dan π˜šπ‘€π˜ͺπ‘›π˜¨ π˜π‘œπ˜΅π‘’π˜³π‘ 

πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚

Lagi rame diperdebatkan perkara Gibran yang ndak penuhi undangan Dialog Muhammadiyah.

Ditanya Inovasi Teknologi Sampah, dijawab ada di buku panduan. Ditanya visi-misi, disuruh tanya ke Jubir. Sampai Jubir-nya senyumΒ². NgΓͺnΓͺs . . .

Kaesang yang ditanya hal-ikhwal Dinasti, dijawab, umur Gibran tambah Prabowo dibagi 2, lebih kecil dari usia AMIN atau GAMA.

Ditanya Orde Baru, dijawab ndak tahu, sebab belum lahir.

πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Ndak bisa omong = bodho ?

Sayangnya jawabannya ‘Iya’ ! Meski orang yang pinter omong bukan pertanda orang yang juga pinter otaknya. Soalnya ada juga Tong Kosong yang nyaring bunyinya.

Jangan kebolak-balik, ya . . .

Anak pinter dan cerdas itu mesti punya kemampuan ‘verbal’ lebih dari lumayan. Kosa kata yang dipunya dan diingat mesti juga lebih dari cukup . . .

πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚

Jaman kuliah dulu, setiap Tugas Akhir di ujung tentu ada ‘sidang’. Kita orang ‘dikeroyok’ minimal 4 dosen, termasuk pembimbing.

Kalau kita ndak bisa omong, ndak mampu beragumen, cuma diam, kita orang bisa lulus ?

Kecuali kalau pakai jasa Jubir, Juru Bicara. Dan panggil para ‘Paman’ . . .

πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›

Orang pinter memang ndak harus bicara setiap dia kepingin. Ada juga yang cenderung memilih diam. Ini hanya type. Type pendiam.

Tapi kalau sudah omong, tentu lancar, cepat dan runtun seakan ndak mikir. Sering dicampur guyonan. Meski orang yang seneng guyon, bercanda, ndak berarti orang yang juga pinter. Kepala ada isi otaknya.

Ojok dibolak-balik. Lagi . . .

πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚

Stephen William Hawking, sampaiΒ² perlu disain dan bikin ‘alat bicara’, saat dia terserang lumpuh total. Disambung dengan otot pipi bagian bawahnya.

Saking kepinginnya omong. Saking begitu inginnya khalayak ramai tahu dan paham atas ide dan gagasanΒ²nya . . .

Tapi omongΒ². Tau ndak Stephen Hawking ? Jangan dijawab, dia sudah mati sebelum saya lahir, ya . . .

😜😜😜

Jadi, kalau ada yang bantah, orang yang ndak bisa omong, ndak mesti orang yang bodho, harap sering bacaΒ². Dan maen yang agak jauh.

Apalagi kalau membantah, ‘Ada tuh teman saya, ndak bisa omong tapi pinternya ndak ketulungan,’ Mana buktinya ?

Soalnya, temanΒ² saya yang pinter mesti pinter juga omong. Ndak tau kalau teman sampeyan.

Sebenarnya ndak usah khawatir berlebihan dan bela tutupi matiΒ²an. Sebab pinter omong pun bisa dilatih, kok. Kalau punya otak yang cukup kapasitasnya . . .

πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ

Dan kekhawatiran, ternyata juga memang ndak perlu ada, sebab ‘paman’ KPU sudah datang. Kayak ‘paman’ MK. Suka bikin ‘aturan baru’.

Calon Muda, yang dibawah 40 tahun, bisa dianggap sebagai ‘bayi’. Kata Paman KPU. Boleh dan wajib digendong oleh Calon yang lebih Tua. Ndak bole ditinggal sendirian.

Nanti dimakan 4 Garangan . . .

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed