Oleh : DeArcher
Sigmund Freud, seorang Psikoanalisis menyebutnya sebagai Proyeksi Psikologis yaitu mengalihkan emosi yang tidak diinginkan dari diri sendiri kepada orang lain, termasuk suka menyalahkan orang lain untuk melindungi ego diri
Proyeksi ini sering dilakukan oleh mereka yang tidak bisa mengenal diri mereka sendiri dan tidak menerima kekurangannya, hingga harus mencari alasan untuk menutupi rasa kurang mampu dalam menghadapi suatu masalah, yang pada kenyataannya menunjukkan rendahnya kualitas seseorang
Sementara di sisi lain, individu yang bisa menerima kegagalan dan kelemahan dirinya cenderung tidak melakukan proyeksi atau menyalahkan orang lain, bahkan berupaya untuk selalu belajar dari kesalahannya dan tidak mengulangi kembali
Sebagai bahan analisis, dalam konteks Ke-Indonesia-an sekarang dalam mencari calon pemimpin kedepannya, yang harus di pilih itu selain leadership yang mumpuni dan orang yang mampu belajar dari kesalahan dengan tidak menyalahkan orang lain
Sangat mengerikan sekali kalau Indonesia, salah memilih pemimpin, kalau hanya mengandalkan orang yang hanya pandai berkata-kata, pandai lepas tangan (tanggung jawab) dan pandai menyalahkan orang lain
Orang baik sudah selayaknya untuk di dukung sementara orang yang kurang baik, ya di dukung juga tetapi di dukung kemudian di cemplungin saja ke laut, unfaedah
Sumber : Status Facebook DeArcher











Comment