by

Menjadi Indonesia

Oleh : Ely Yanto

Menjadi apapun dan siapapun tentu tidak ada yang melarang sejauh mengikuti kaidah dan tatanan hidup bermasyarakat di Indonesia. Mau jadi konglomerat, pejabat, elite politik, artis, pedagang, penyanyi, guru atau jadi rakyat jelata itu tergantung usaha dan nasib anda. Apa itu kaidah hidup bermasyarakat…? Kaidah adalah Norma atau ikatan berupa kerukunan hidup dlm masyarakat yang menjadi syarat mutlak untuk menjaga keutuhan NKRI. Rukun berarti menghindari pertentangan dan perpecahan yang mengarah disintegrasi.

Tidak mudah, apalagi Indonesia terdiri lebih dari 300 bentuk kelompok sosial berdasarkan etnis yg tersebar diseluruh wilayah NKRI. Sebagian besar arti etnis, memiliki bahasa, sejarah dan unsur budaya yang berkaitan satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu orang Indonesia lebih cenderung “mengidentifikasi diri” mereka secara lokal sesuai etnis, keluarga atau asal tempat kelahiran. Sebelum mengidentifikasi kan diri kita menjadi Indonesia. Misal, anda darimana… saya dari Jawa. Jawanya mana… seolah tidak cukup jawaban Jawa

Karena jawapun di bagi lagi Jawa barat, Jawa tengah dan Jawa Timur.. Budaya yang dimiliki oleh masing-masing etnis memiliki ” arti nilai ” yg berbeda satu dng yg lain. Indonesia menjadi negara dng nilai budaya yang sangat banyak tergantung etnis, asal kelahiran atau pulau tempat tinggal. Itulah kenapa dibutuhkan ” KAIDAH ” atau norma dalam hidup bermasyarakat. Kaidah atau ikatan kerukunan hidup bermasyarakat adalah syarat mutlak menjaga keutuhan NKRI. Maka akan menjadi preseden buruk jika muncul kelompok masyarakat yang memusuhi budaya yang telah ada dan hidup dimasyarakat. Kelompok orang orang-orang yg ingin dan rindu untuk membawa kehidupan ke zaman Nabi, mereka menjadi kelompok radikal dan intoleran.

Tidak ada yg melarang orang untuk hijrah, dalam arti berubah menjadi lebih baik. Bukan untuk memusuhi yang tidak sepaham, seagama atau beda mahzab. Saya terkejut menonton video sekelompok pelajar yang diundang ke menkes, tiba-tiba tutup kuping semua karena diruang tunggu terdengar suara musik. Persis kejadiannya dng mantan anggota band NOAH yg marah dan mengeluh di pesawat dan di mall karena distel musik. Jika generasi milenial kita dijejali dan dicekoki rasa kebencian terhadap perbedaan, baik etnis budaya dan agama dan semua yg berbau sara, tinggal menunggu waktu suatu saat mereka akan saling bantai dan saling menghilang kan antar sesama mereka, persis Afghanistan dan negara² Timur tengah.

Entah kapan itu….. jika tidak dicegah dan diberantas faham radikal ini. Jika semua hal yang tidak dilakukan Nabi menjadi bid, ah tidak usah tanggung tanggung artinya semua kemajuan sain dan technology hilang kan. Tidak usah pergunakan listrik untuk hidup, apalagi naik pesawat dan masuk mall. Jika ingin hidup di Indonesia ya ikuti akidah hidup berbangsa dan ber negara yang sudah disepakati oleh para pendiri bangsa. Jika budaya kau musuhi, kesenian kau musuhi, beda agama kau musuhi, seagama beda mahzab kau musuhi…. jangan hidup di Indonesia. Indonesia itu majemuk, banyak suku, banyak etnis, banyak agama… Mereka bhineka tunggal Ika. Mereka saling mendukung dan menguatkan, itu kenapa ketika kalian paksa menjadi sama, pasti mendapat perlawanan. NKRI TETAP JAYA. 🇲🇨🇲🇨🇲🇨

Sumber : Status Facebook Ely Yanto

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed