by

Apakah Indonesia Akan Hancur Karena Agama

Oleh : Asrof Husin

Dalam 3 hari ini Densus 88 telah membekuk 41 teroris dari beberapa daerah. Menurut BNPT pd 27/5/2021, sepanjang Januari sampai Mei sudah 216 teroris yg ditangkap dan terus bertambah sampai 3 hari ini. Kita Apresiasi yg tinggi dan mengucapkan terima kasih kpd Densus 88 yg tdk kenal lelah terus menjaga NKRI. Dalam beberapa tahun ini, negara kita Indonesia terus2 menerus dibenturkan dgn agama berjubah politiik, politik busuk sara/identitas terus dimainkan, mimbar agama dgn dakwah kebencian, hoax dan fitnah bertebaran, memprovokasi, mengadu domba, memecah belah dan membakar lewat agama, kelompok2 radikal intoleran terus tumbuh subur karena telah salah dari awal reformasi terjadi pembiaran, kelompok2 teroris bangkit terus merekrut anggota/pengikutnya.

Lihat saja sekarang ada segelintir orang yg sengaja memprovokasi dgn mengibarkan bendera Palestina pd HUT Kemerdekasn RI ke 76 dan yg mereka pasang bukannya bendera kebangsaan RI Merah Putih.Akankah Indonesia hancur karena konflik agama sesama ?Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar didunia, negara kita Indonesia menurut sensus BPS Th 2010 ada 1.340 suku bangsa dengan bermacam2 adat budaya, Indonesia juga dengan jumlah penduduk muslim terbesar didunia.

Kita sudah bagus memiliki Pancasila sebagai pemersatu bangsa, tetapi sudah lama kelompok radikal takfiri seperti JI, JAD dam HTI ingin Indonesia menjadi negara khilafah/agama, bagi mereka tidak masalah Indonesia hancur lebur banjir darah, setelah itu kembali dibangun dari awal lagi sebagai negara agama. Akankah Indonesia hancur karena konflik agama sesama ?Sejak 2016 saat Pilkada JKT dimana Ahok dituduh menista agama, lalu kemudian demo2 bela agama berjubah politik marak terjadi, disini kita baru tersadar bahwa kelompok2 radikal sudah membesar, dimana tujuan mereka membentuk negara khilafah/agama.

Lalu kitapun melawan mereka dan berteriak ” Jangan Suriahkan Indonesia ” dan kitapun gencar melawan Presiden Suriah Bashar Al Assad difitnah bahwa kehancuran Suriah akibat dirinya, begitupun dinegara kita oleh kelompok radikal, Partai/politikus busuk Presiden Jokowi dibilang ” Salawi “, semua salah Jokowi. Presiden Suriah Bashar Al Assad difitnah dan disebarkan keseantero dunia sebagai syi’ah sesat yg menjadikan dirinya Tuhan dan sengaja membunuh rakyatnya sendiri. Padahal secara fakta Presiden Suriah itu dekat dgn berbagai ulama. Begitupun dinegara kita Presiden Jokowi difitnah tidak pro islam, tdk memihak islam, benci islam, kriminalisasi ulama, dll.

Padahal Presiden Jokowi itu pemimpin yg lurus jujur yg taat agama dan dekat dengan ulama Suriah hancur karena pembiaran paham radikal yg terus menyebarkan kebencian, memprovokasi, mengadu domba dan memecah belah lewat agama, media2 barat juga secara gencar terus menerus menyebarkan hoax ttg Suriah dan demikian juga dgn Indonesia kelompok2 radikalis teroris ini gencar menyebarkan kebencian sara, hoax, fitnah, memprovokasi, mengadu domba, memecah belah dan membakar lewat agama.

Adapun tujuan kelompok2 radikal ini hendak menjatuhkan Presiden Jokowi, tidak masalah seperti Suriah yg penting Indonesia bisa menjadi negara khilafah/agama.Akankah Indonesia hancur karena konflik agama sesama? Apakah Indonesia akan hancur karena konflik agama sesama? Karena perang agama ?Kita harus tetap optimis bahwa Indonesia tidak akan hancur karena agama seperti Suriah dan Afghanistan.

Dinegara kita Indonesia masih sgt banyak masyarakat yg peduli dan cinta NKRI. Kita tetap percaya dan dukung Presiden Jokowi .Kita dukung Polri dan TNI. Polri dan TNI harus tetap kompak bersatu. Kita dukung NU dan Banser. Semua masyarakat yg baik dan peduli harus bersatu dan tidak boleh diam.Bersatu kita terus jaga dan rawat keberagaman bangsa. Bersatu dan kita tidak takut dan terus lawan kelompok2 radikalis teroris pengkhianat negara yg lewat agama hendak menghancurkan bangsa dan negara. Bersatu kita teguh, Indonesia tidak akan hancur Karena agama. Demi Indonesia tercinta, kita terus lawan mereka. SALAM DAMAI

Sumber : Status Facebook Asrof H.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed