by

Yuk Kentuti Ramai-Ramai

 
Tapi, jika cuma sekadar candaan dan humor plesetan politik, rasanya agak berlebihan jika ditangani seperti para kriminal.
Tidak akan jadi bagus juga namanya, dengan melaporkan candaan rakyat. Tidak akan putih bersih juga isu yang membelitnya dengan memberangus rakyat yang hobi menertawakan kelakuan aneh para pejabat.
Mungkin pejabat itu bisa mencontoh Presiden Jokowi. Ada ratusan fitnah, ribuan meme, dan akun-akun penuh kebencian memojokkan dirinya. Tapi toh, tidak ditanggapi dengan pendekatan kekuasaan. Padahal dia Presiden.
Bagaimana dengan Jonru? Yang melaporkan Jonru bukan Pak Jokowi. Jonru dilaporkan pihak lain. Berbeda dengan pejabat ini yang menunjuk pengacara untuk melaporkan akun-akun yang menyebarkan candaan tersebut.
Semestinya para pejabat dan politisi ini sadar, ketika di tangannya ada kepentingan publik, dia beresiko dikritisi rakyat. Sebab rakyat memang berkepentingan terhadap segala hal menyangkut sepak terjangnya.
Jadi kalau mau duduk jadi pejabat, ya harus punya mental yang cukuplah. Kalau tindakan atau kelakuannya nyerempet-nyerempet, lantas karena itu rakyat bereaksi dengan cara mengkritisinya di media sosial, itu adalah konsekuensi logis. Wong memang kepentingan rakyat ada di tangannya.
Bayangkan, bagaimana tidak nyamannya rakyat, memiliki pejabat yang kupingnya tipis. Padahal di tangan pejabat itu ada kepentingan orang banyak. Kalau pejabat ogah mendengar kritik dan candaan, lebih baik jualan Siomay aja. Dijamin tidak akan ada yang membuat meme dirinya.
Laporan itu memang bisa menakut-nakuti sebagian orang untuk lebih berhati-hatit. Atau malah berusaha dihindari, ketimbang berurusan dengan hukum. Atau berurusan dengan orang yang punya duit dan kuasa.
Tapi rakyat pasti punya cara sendiri untuk melakukan protes pada orang-orang kuat dan sok kuasa. Apalagi doyan korupsi. Ada kisah rakyat Ethiopia yang membenci raja karena kelakuan raja itu sering merugikan kehidupan mereka. Tapi raja itu sangat lalim dan kejam. Tidak ada yang berani mengkritiknya secara terbuka.
Saat raja berjalan melintasi jejeran rakyatnya dengan tandu kerajaan yang mewah,orang-orang memang berdiri sambil menunjukkan penghormatan. Tapi, sambil membungkukkan badan, mereka kentut!
Nah, apabila karena mentang-mentang berkuasa, mentan-mentang punya duit, seorang pejabat menakut-nakuti rakyat yang suka becanda ini dengan jeratan hukum. Cuma satu cara yang bisa kita lakukan : kita kentuti dia beramai-ramai!
Brooootttt!
 
(Sumber: Facebook Eko Kuntadhi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed