by

Wahabiyah Merusak Agama

Oleh : Hilma Rosyida Ahmad

Kita mengenal Allah SWT dengan tashdiq (kepercayaan) tanpa tashawwur (dikhayalkan/digambarkan/dibayangkan) Selain Allah SWT kita ketahui dengan tashdiq & tashawwur.. hanya Allah SWT yang kita ketahui dengan tashdiq karena Allah itu al-Khaliq (sang Pencipta) bukan makhluk. Dan karena tashawwur itu sendiri merupakan makhluk.Kita mengenal-Nya dengan tashdiq melalui:- sifat2 yang disampaikan-Nya,- nama2-Nya yang indah,- kenyataan hidupmu bahwa ada Yang Mengatur.

Jadi barang siapa menyatakan bahwa Allah punya batas, menganggap punya jism atau mirip dengan sesuatu yang punya jism; maka dia telah melakukan kerusakan dalam agama.Allah SWT Melarang pengrusakan di muka bumi padahal itu hanya membuat ketidaknyamanan & kesulitan hidup di dunia.. sementara pengrusakan agama lebih ganas lagi karena membuat kerusakan akidah, membuat hancur hubungan seseorang dengan Allah SWT.. merusak masa depanmu setelah kematian..

Allah berfirman tentang langit yang hampir hancur karena anggapan bahwa Allah memiliki anak.. Telah muncul di tengah umat kita suatu kelompok yang bernama: “Wahabiah” atau “Salafiah” yang menghidupkan kembali pandangan Ibn Taimiyah & kaum Mujassimah .. Kelompok ini telah membuat kerusakan yang lebih ganas dari pada kerusakan yang penjajah buat di kawasan2 muslim yang mengambil harta, tanah dll.. penjajah hanya mengambil hal duniawi.

Kelompok ini berasal dari kaum kita, menghafal al-Qur’an.. tapi membuat kerusakan yang lebih ganas karena membuat muslim yang awalnya berakidah benar pada Allah, Rasulullah, agama.. lalu dibuat untuk:- menyerupakan Allah,- tidak menghormati Nabi,- mencaci ulama,- suuzhan pada kaum muslim & kemudian mengkafirkan & membunuh umat Islam.Jadi lebih ganas dari semua penjajah semisal Inggris, Perancis, Spanyol dll yang hanya mengambil harta, minyak dll..Sayyiduna Rasulullah SAW berdo’a: “Ya Allah, jangan timpakan pada kami musibah dalam agama..”.

Kelompok ini telah membawa ajaran yang tidak menghormati Nabi selayaknya, mereka beranggapan bahwa: – Sayyiduna Nabi SAW hanyalah seperti para Nabi yang lainnya, mati, tidak perlu diziarahi, – tidak menghormati keturunan Beliau SAW bahkan pada kedua orangtua Beliau, bahkan asas ajaran mereka adalah menyakini keduanya kafir, – tidak membolehkan tawassul.. – mereka beranggapan bahwa Sayyiduna Nabi SAW di kubur itu tidak tau apa2 tentang keadaan yang terjadi…- ketika kita ingin menghormati Sayyiduna Nabi SAW dengan menyebutkan “Sayyiduna” mereka marah, menuduh syirik, minta dalil & mengatakan: “Katakan saja: Muhammad bin Abdullah”, padahal ketika dia menyebutkan raja yang berkuasa: “Yang Mulia Paduka Raja..”.- melarangmu untuk berziarah & memintamu untuk niat ziarah masjid saja.. padahal kemuliaan masjid itu karena Sayyiduna Nabi SAW.

Begitulah mereka merusak hubungan muslim dengan Allah SWT & dengan Sayyiduna Nabi SAW ..Kemudian mereka sibuk mencela mereka yang dianggap mereka bermaksiat sebab bermain musik, seniman, pameran film dsb.. padahal kelompok ini membuat kerusakan yang lebih ganas.. Para ahli maksiat dari umat Islam itu mengetahui kalau mereka salah & penuh harapan untuk kembali ke jalan yang benar.. makanya kamu melihat begitu banyak dari mereka yang taubat & meninggal dalam keadaan baik..

Sementara Wahabi penuh kebanggaan dengan anggapan bahwa akidahnya lah yang benar & berujung dengan kematian yang buruk…Wahai Wahabi, kerusakan yang kamu buat itu lebih buruk dari penari perempuan di klub malam! Lebih ganas dari artis yang membuka bajunya agar ditonton orang2! Kerusakan mereka hanya masalah akhlak, sementara kerusakanmu berhubungan dengan agama.. Penari itu tidak sanggup membunuh seorang muslim.. sementara Wahabi membolehkan membunuh ratusan ribu muslim..

Jadi Wahabi lebih ganas dari pada para pemabuk, penari, pemain film.. sementara kelompok ini menganggap diri tanpa dosa.. Ketika kita mengatakan pada kaum Wahabi bahwa Sayyiduna Nabi SAW adalah makhluk paling mulia, mereka berkomentar: “Apa dalilnya?!” Jadi mereka ini tidak kenal Nabi mereka sendiri.. Mereka tidak mengenal kemuliaan Allah… kemuliaan Rasulullah, lalu mereka juga tidak mengenal kemuliaan muslim yang lebih mulia daripada ka’bah..

Kemudian mereka mencaci para ulama besar umat Islam.. mencaci para wali Allah di setiap masa.. tidak ada satu walipun yang selamat dari caci maki mereka..Kita memperingatkan agar berhati2 dari mereka karena mereka telah mengenakan pakaian ahli ilmu, mereka hafal al-Qur’an dengan penuh itqan.. mereka membuat umat tergoda.. sehingga menggoda muslim ahli maksiat yang akidahnya benar, tidak shalat, tapi hatinya penuh penyesalan, ingin taubat, penuh penghormatan pada Sayyiduna Nabi SAW & para ulama, para wali.. lalu Wahabi menjadikan muslim itu shalat tapi rusak akidah dengan diajari bahwa Allah SWT bertempat di ‘Arsy.. muslim itu sekarang shalat tapi berakidah rusak.. padahal sebelumnya meskipun dia tidak shalat tapi keadaannya lebih dekat daripada shalat dengan akidah buruk..

Mereka merubah muslim yang bermaksiat di zhahir menjadi seorang yang gambaran di luar sebagai seorang yang taat tapi di hatinya kekafiran, lalu berkeyakinan dirinya sebagai seorang yang bertauhid sementara yang di luar merupakan orang2 syirik.. Merubah dari ketawadhu’an & husnu zhan pada sesama, menjadi seorang yang sombong, suuzhan pada sesama muslim & berpegang teguh pada ketaatan diri..Yang taubat dari mereka lebih buruk dari ahli maksiat di kalangan umum umat Islam..

Sumber : Status Facebook Hilma Rosyida Ahmad

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed