by

Turki, Arab dan Jatuhnya Al Quds

Oleh : Lutfie Assyaukanie

Turki, Arab, dan Jatuhnya al-QudsBeberapa hari lalu, ketika Israel dan Hamas sedang gencar-gencarnya bertukar roket, ada sebuah percakapan di Twitter yang cukup menohok. Saya terjemahkan percakapan itu secara bebas. Pendukung Palestina: “Kapan nih Turki mau kirim tentara ke Palestina?”.

Orang Turki: “Nggak ah, kapok. Dulu, kami pernah kirim tentara ke Palestina, tapi kalian bantai bersama orang-orang Inggris. Palestina bukan lagi milik Turki. “Orang Turki, secara umum, memang kurang simpati pada orang-orang Arab. Ketika masih menjadi mahasiswa dulu, saya punya cukup banyak teman asal Turki. Sebagian besar mereka tak suka dengan orang Arab dan cenderung merendahkan setiap kali bicara tentang Arab. Saya heran kenapa bisa begitu. Saya baru tahu jawabannya setelah banyak membaca sejarah konflik di Timur Tengah.

Di mata sebagian orang Turki, Arab adalah pengkhianat. Ketika mereka sedang berjuang menyelamatkan al-Quds (Yerussalem) dari invasi Inggris pada 1917, orang-orang Arab bukannya mendukung, tapi malah mengambil kesempatan, membantu Inggris, menyerang tentara Turki. Hasilnya, Inggris berhasil merebut Yerussalem dari tangan Turki Uthmani menjelang Natal 1917.

Tindakan orang-orang Arab menyerang Turki Uthmani adalah bagian dari gerakan “Pemberontakan Arab” yang dimotori oleh Syarif Husein, pendiri dinasti Hasyimiyah di Suriah, Iraq, dan Yordania. Gerakan itu hendak melawan Turki Uthmani dan berusaha mengusir mereka dari tanah Arab. Bekerjasama dengan T.E. Lawrence, atau yang lebih dikenal dengan “Lawrence of Arabia”, Faisal bin Husein, raja Iraq, memuluskan jalan bagi Jenderal Edmund Allenby menaklukkan Yerussalem.

Peristiwa jatuhnya al-Quds pada Desember 1917 itu sangat menyakitkan dan selalu diingat bangsa Turki. Mereka merasa dikhianati orang Arab. Alih-alih membantu Turki mengusir Inggris, orang-orang Arab itu malah membantu Inggris menaklukkan Yerussalem. Sejarah dan nasib Palestina sekarang tak pernah lepas dari peristiwa menjelang Natal 104 tahun silam itu.

Sumber : Status Facebook Lutfie Assyaukanie

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed