by

Susu Nusantara untuk Warga DKI atau Siapa?

 

“Revolusi Putih” akhirnya memang dijalankan Anies-Sandi di DKI. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Rp 885 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) DKI 2018, untuk subsidi enam produk pangan. Ada sekitar 700.000 warga yang direncanakan dapat membeli produk pangan bersubsidi, seperti penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), penghuni rumah susun, buruh dengan gaji UMP, dan penyandang disabilitas.

Tentu saja itu program baik. Tetapi Anda tahu, berapa perputaran duit di balik kegiatan mulia untuk menyehatkan masyarakat DKI itu? Dan siapa supplyernya? Dan siapa yang diuntungkan secara material? Tak lain adalah PT Susu Nusantara, anak perusahaan dari Nusantara Energi, bendera bisnis dari Prabowo Subianto. Hashim sendiri, di depan sudah dijelaskan, kebetulan juga adik dan yang menjalankan bisnis Nusantara Energy, dengan beberapa direktur antara lain Widjono Hardjanto, Bambang Atmadja, Johan Teguh Sugianto, dan Fadli Zon.

Fadli Zon menjabat sebagai direktur PT Tidar Kerinci Agung, Komisaris Utama PT Tambang Sungai Suir, Direktur PT Padi Nusantara, serta Komisaris PT Susu Nusantara. Dulu, sehari setelah persetujuan Pemda DKI dengan PT Susu Nusantara, Fadli Zon sudah membantah dirinya bukan direktur perusahaan itu. Tapi, menjadi salah satu komisaris Nusantara Energi tentu tak bisa dibantah, sebagaimana ia juga menjadi komisaris PT Susu Nusantara. Sila cek di laman cekfakta mengenai hal itu.

Tulisan ini hanya sekedar mengingatkan. Demikianlah praktik-praktik kekuasaan model orde baru, yang bau-bau KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Menguasai jabatan di pemerintahan atau negara, kemudian dipakai untuk bagi-bagi, muter duit rakyat, demi keuntungan pejabat dan kroni-kroninya. Itu baru di lingkaran gubernur. Bagaimana kalau jadi Presiden, dari sebuah negara berpenduduk 265 juta jiwa ini?

(Sumber: Facebook Sunardian W)
 
 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed