by

Sekolah Negeri yang Makin Menakutkan

Oleh : Sunandi

Era akhir kepresidenan Suharto ditandai adanya gerakan menuntut dibolehkannya siswi sekolah untuk memakai jilbab sebagaimana keyakinan agama mereka. Pasca lengsernya Suharto, penggunaan jilbab semakin pesat dan menjadi pakaian umum perempuan muslim. Siswi-siswi sekolah sejak itupun bebas menggunakan jilbab tanpa takut diintimidasi.

Keadaan kini berbalik….

Pakaian yg dulu diperjuangkan itu kini seolah-olah menjadi sebuah KEHARUSAN yang WAJIB digunakan sebagai seragam siswi sekolah dengan kesan memaksakan. Jika ada siswi yg tidak berjilbab kini justru diintimidasi baik secara aturan maupun verbal baik oleh pendidik maupun teman-temannya.

Kejadian di Banguntapan hanyalah puncak gunung es yang seharusnya sudah dicermati oleh Nadiem Makarim. Permasalahan utama adalah efek psikologis yang dialami siswi yg terkena pemaksaan dan perundungan.

Sekolah negeri yang dibiayai negara seharusnya tidak boleh ada kewajiban seragam yg diskriminatif dan memaksa anak didik. Harusnya sekolah fokus mendidik anak dan menjadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar.

Kejadian seperti ini akan terus terjadi jika tidak ada payung hukum yang kuat untuk memberi sanksi hukum bagi perangkat sekolah yang melakukannya. Tidak ada pula lembaga yang memayungi para korban untuk melawan aturan diskriminatif tersebut.

Rata-rata para korban lebih memilih untuk pindah sekolah daripada melawan dengan risiko akan dirundung sepanjang masa sekolah. Hal ini terjadi karena tidak ada koridor hukum bagi korban untuk melawan.

Nadiem sebagai mentri yang diharapkan membawa perubahan tak bisa berkutik karena lingkaran kolot di lingkungan kementriannya. Percuma saja berganti mentri kalau bukan seseorang yg tangan besi untuk melawan kekoloton itu.

Apa yang bisa diharapkan dari generasi mendatang jika mental mereka dirusak oleh aturan sekolah. Rusaknya mental anak didik yg bisa menjadi trauma siapa yg akan bertanggung jawab? pelaku tentu tidak peduli karena baginya itu adalah bentuk ibadah atas nama agama. Itulah egoisme beragama. Mengejar surga bagi dirinya dengan menciptakan neraka bagi yg lain.

Sumber : Status Facebook Sunandi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed