by

Politikus Somplak

Oleh : DeArcher

da yang menarik perhatian saya ketika Munarman ditangkap oleh Densus 88 terkait terorisme. Siapapun pasti tahu kalau kalau salah satu kesatuan khusus milik Kepolisian Republik Indonesia itu ditugaskan untuk menanggulangi bahaya teror di tanah air

Dan siapapun Munarman semua orangpun sudah tahu, kalau dia adalah salah satu pentolan ormas terlarang yang berafiliasi dengan ISIS, kelompok teroris asing yang didirikann oleh Abu Bakar Al Baghdadi di Timur Tengah. Keterkaitannya itu bisa dilihat di media seperti di acara pembaitan anggota ISIS di Makassar dan sejumlah pengakuan dari pelaku teror yang ditangkap polisi, semuanya mengacu dan bermuara kepada satu nama yakni Munarman. Bagi Densus 88 penangkapan ini bukanlah asal tangkap, melainkan sudah cukup bukti yang kuat

Tertangkap Munarman menjadi Headline berita yang menghebohkan ranah nasional, maka tak heran bermunculanlah orang-orang yang berusaha untuk mengambil kesempatan untuk pansos dengan alih-alih aji mumpung, Pembelaan itu di mulai baik dari kalangan akademisi, pengamat politik dan tak mau ketinggalan juga tentunya dari kalangan politikus. Dengan politikus inilah yang menjadi sorotannya. Ada dua politikus somplak yang menurut hemat publik menjadi bahan tertawaan, bagaimana tidak !, bak seperti pahlawan kesiangan, yang satu menyatakan sang teroris itu teman dekatnya dan tidak yakin terlibat.

Dan politikus yang satunya lagi juga sama kenal baiknya dan menganggap tuduhan itu mengada-ada dan menganggap polisi kurang kerjaan. Hal itu terekam dalam jejak Twitter nya yang akhirnya buru-buru dihapus. Di hapus untuk menghilangkan jejak tentu saja jadi pertanyaan, mungkin saja sewaktu nge-tweet lagi sedang sakaw dengan kondom beriginya atau yang satu lagi sedang nge-like konten porno.

Ini orang-orang yang harus dites secara kesehatan maupun secara kejiwaannya, bisa saja oleh Kepolisian kerena kegiatan yang pernah mereka lakukan dahulu berpotensi ada unsur pidananya. Apalagi dalam cuitannya mereka yang mengaku kenal baik dengan pelaku teroris bisa saja diciduk untuk pembuktiannya mana tau ada keterlibatan diantara mereka, atau bisa saja dialibikan sebagai contoh teori konspirasi, who knows !

Kejahatan terorisme adalah kejahatan kemanusiaan yang harus dibasmi mulai dari tingkat perencana, pelaku dan siapa dalang dibelakangnya. Apapun alasannya ,tidak benar bahwa orang yang terang-terangan membela terorisme dengan dalih HAM dan kemanusiaan, akan menjadi pertanyaan kembali buat mereka, apakah para pelaku terorisme itu akan mengingat HAM dan kemanusiaan setelah tindakannya merusak, melukai bahkan membunuh arti HAM dan kemanusiaan itu sendiri

Think about it

Sumber : Status Facebook DeArcher

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed